More
    Home Blog Page 97

    Martutu Aek, Tradisi Pembaptisan Batak Kuno

    0

    Martutu aek adalah pembaptisan, pada tradisi Batak kuno, dengan air kepada seorang anak yang baru lahir (sekitar usia tujuh hari) dengan membawanya ke homban (mata air di tengah ladang).

    Latar Belakang Perang Antar Huta Batak

    Huta merupakan sebuah pemerintahan kecil yang berdiri sendiri dan berdaulat penuh atas eksistensi hutanya, keluar maupun kedalam. Tiap huta terikat akan peraturan yang ditetapkan oleh dewan huta yang disebut horja.

    Hilangnya “Mangalontik Ipon” Ritual Batak Kuno

    1

    Mangalontik ipon (mengikir/ memahat gigi) merupakan ritual Batak Tradisional yaitu meratakan gigi sebagai tanda bahwa seorang anak laki-laki atau perempuan telah memasuki kedewasaan dan meninggalkan masa kanak-kanaknya.

    Kemenyan (Haminjon), Tanaman Purba di Tanah Leluhur Batak

    Sebuah benda berbentuk kristal keruh berwarna coklat maupun putih yang biasa di bakar mengiringi ritual keagamaan dan tradisi adat istiadat. Benda tersebut dinamai dengan getah kemenyan. Getah ini dihasilkan dari pemotongan kulit pohon serta memiliki bau wangi semerbak.

    Hewan Kerbau pada Etnis Batak

    Kerbau (Bubalus bubalis), jenis hewan yang termasuk famili bovidae ini sudah dikenal sejak masa prasejarah. Menarik bahwa di beberapa tempat di Indonesia, baik pada situs megalitik maupun masyarakat yang hidup dengan tradisi megalitiknya menggunakan kerbau sebagai simbol maupun dalam kehidupannya, termasuk Batak.

    “Lampu Teplok Meledak Empat Orang Luka Bakar” Tulisanku Untuk Kau Baca

    Ternyata mereka bertiga adalah pasien Harapan Jaya (Harapan Jaya itu adalah tempat rehabilitasi yang diperuntukkan kepada penderita cacat fisik di Pematangsiantar), terlihat dipojok sana tertawa bersama-sama menghibur anak kecil yang usianya masih satu tahun dua bulan.

    Hariara dalam Filosofi Batak

    0

    Jika kita berkunjung ke Huta Batak, maka kita akan dapat menemukan pohon besar yang disebut Hariara. Pohon ini memang selalu akrab dengan Huta Batak bahkan dengan Tanah Batak secara keseluruhannya. Namun, apa sebenarnya yang menjadi alasan hingga pohon Hariara ini menjadi penghuni wajib dalam Huta Batak. Nah, berikut sejumlah informasi yang Gobatak himpun dari beberapa sumber tentang makna pohon Hariara dalam huta-huta Batak.

    Unte Pangir, Simbol Kebersihan dalam Ritual Batak

    0

    Orang Batak sangat mengenal yang disebut Unte Pangir atau dalam bahasa Indonesia disebut Jeruk Purut atau bahasa latinnya  Citrus hystrix DC. Pada jaman dimana orang Batak masih menganut agama Mulajadi, maka unte pangir menjadi salah satu media ritual untuk pemujaan, namun saat ini pamor unte pangir sudah hampir sama dengan nasibnya kemenyan.

    Geriten, Rumah Tulang Belulang pada Suku Karo

    Geriten adalah salah satu bentuk bangunan tradisional pada suku Karo. Geriten juga berbentuk seperti rumah adat, tetapi bentuknya jauh lebih kecil dan mempunyai empat sisi. Geriten berdiri di atas tiang, mempunyai dua lantai. Lantai bawah tidak berdinding sedang lantai di atasnya berdinding.

    Sopo Parsaktian, Ilham Raja Isumbaon

    Pusuk Buhit sebuah gunung berbentuk kerucut yang tumpul dengan ketinggian sekitar 1900 meter di atas permukaan laut, tertinggi di antara deretan pegunungan sekitarnya, terletak di barat pantai Danau Toba, dekat Pangururan. Sebahagian kaki gunung berbatasan dengan Tao Toba, sisi lainnya berlereng tebing curam berbatasan dengan lembah yang memberi jarak dengan deretan pegunungan Bukit Barisan.