More
    Home Blog Page 96

    Tragedi Berdarah 13 Desember Kota Tebing Tinggi

    Sekilas, tidak ada yang penting di tanggal 13 Desember. Namun tidak demikian dengan seluruh masyarakat di kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Di tahun 1945 silam, di tanggal ini pernah terjadi pembantaian massal terhadap warga sipil Tebing Tinggi oleh pihak militer Jepang.

    BERITA DUKA CITA dari Inggris Raya

    Chapel-en-le-frith 25 November 2012 United-Kingdom

     Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga DR.R.H Johnson (Grand Father/Ompung Doli James Hatorangan Pakpahan ) dari keluarga ibunya  Tanggal 24 November 2012 di Rumah Sakit Stepping Hill Hospital,Stockport ,UK . James Pakpahan ,adalah remaja Batak berdarah Inggris yang pernah mengikuti TOUR VISIT HUTA 2010 bersama Parhobas GOBATAK.com.

    Parbaringin Sang Pendeta, Pemimpin Rohani Batak

    Selama berabad-abad, sebelum kekristenan dan penjajahan Belanda datang ke Tanah Batak, persekutuan tertinggi yang mencakup persekutuan sekuler dan rohani yang ada dalam masyarakat Batak adalah persekutuan masyarakat yang bernama Bius.

    Aturan dan Keistimewaan Parbaringin Sang Pendeta Batak

    Sebagai pemimpin dalam dwi-tunggal kepemimpinan Bius, Parbaringin harus menunjukkan kemandirian mereka di tengah-tengah semua marga, huta dan horja di biusnya. Saat ia diangkat sebagai Parbaringin maka ia lepas dari marganya dan bahkan terpisah dari Bius yang mengangkatnya.

    Teladan Parbaringin sebagai Pendeta Agama Batak

    Pande Bolon adalah pemimpin para Parbaringin dimana setiap Parbaringin berasal dari marga-marga  Horja dan mewakili Horjanya di lembaga Parbaringin Bius. Mereka mengakui Sisingamangaraja sebagai Dewa Raja dan sebagai pemimpin rohani mereka yang tertinggi. Parbaringin berbeda dengan Datu yang berkeahlian di bidang magic ataupun pengobatan.

    Huta-Horja-Bius; Sistem Demokrasi Masyarakat Batak

    Huta, Horja dan Bius merupakan elemen dasar dalam sistem kelembagaan masyarakat Toba. Huta yang secara harfiah berarti ‘kota’ atau ‘kuta’, merupakan persekutuan hukum dan adat terkecil di dalam masyarakat Toba.

    Horja, Persekutuan Huta Batak

    1

    Horja memiliki dua arti, pertama adalah sebagai bagian dari bius, dan kedua adalah pesta marga. Yang masih mungkin dapat kita dengar sekarang adalah horja dalam pengertian kedua , yaitu sebagai pesta marga.

    Sedang makna horja dalam kaitan dengan bius sudah lenyap, seperti halnya dengan pengertian huta Batak. Nah, dengan sejumlah informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, disini akan dibahas tentang Horja sebagai bagian dari bius.

    Beberapa huta yang berdekatan dengan marga berbeda tetapi mempunyai pertalian merupakan bagian dari perhimpunan ‘horja’. Biasanya satu horja terdiri dari 10 sampai 15 huta, tergantung keadaan setempat. Huta didefinisikan sebagai persekutuan terkecil masyarakat Batak.

    Huta dipimpin oleh seorang Raja Huta. Biasanya yang dipilih oleh penduduk huta untuk menjadi Raja Huta adalah pendiri huta yang bersangkutan.

    Makin lama huta makin dipenuhi oleh penduduk dari berbagai suku di Batak Toba. Akhirnya beberapa penduduk pindah dan membentuk huta  baru. Hasilnya, banyak terbentuk huta di daerah kebudayaan Batak Toba. Beberapa diantara huta tersebut kemudian membentuk federasi atau persekutuan guna mewujudkan tujuan bersama diantara mereka.

    Persekutuan tersebut dinamakan Horja. Horja dipimpin oleh seorang Raja Horja yang dipilih dari para raja huta yang bergabung dalam federasi horja. Namun pemilihan Raja Horja ini tidaklah melalui voting, melainkan musyawarah secara terbuka.

    Musyawarah untuk mufakat pun menjadi bagian dari perencanaan pendirian huta baru. Di tingkat huta, ada mekanisme musyawarah yang  membahas niat beberapa suku untuk mendirikan satu perkampungan atau huta baru. Mekanisme tersebut tonggo raja atau marria raja.

    Dalam tonggo raja, setiap raja suku ataupun penduduk berhak menyampaikan aspirasinya masing-masing. Musyawarah tersebut membahas persetujuan suku-suku lain terhadap pembangunan huta baru. Apabila hasil dari musyawarah itu tidak memberikan peluang bagi terbentuknya huta baru, maka pendirian huta harus dibatalkan atau ditunda.

    Pihak yang merasa keberatan dengan hasil musyawarah dapat menyampaikan aspirasinya ke tingkat horja untuk dibahas kembali. Tampak adanya mekanisme banding seperti yang terdapat pada pranata hukum modern.

    Perserikatan horja ini lebih banyak mengurus hal yang berhubungan dengan duniawi. Sedangkan urusan yang berhubungan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan mala petaka yang melanda warga seperti wabah penyakit, air bah, kekeringan, masyarakat membentuk perserikatan yang meliputi kelompok-kelompok semua marga yang ada di wilayah bencana (gabungan dari horja) disebut bius.

    Artinya, dalam huta maupun horja tidak ada aturan yang mengatur aspek religiusitas masyarakat Batak Toba. Aspek religiusitas baru dikelola dalam suatu lembaga yang secara struktural lebih tinggi dari horja. Lembaga itu adalah Bius.

    Horja tidak begitu nyata sehari-harinya, tetapi baru nyata sebagai lembaga dalam musyawarah serta mufakat pada waktu-waktu tertentu seperti dalam pesta horja atau kegiatan di mana seluruh warga terlibat.

    Sekilas Tentang Huta Batak

    2

    Huta bukanlah desa atau kampung dalam arti yang kita pahami sekarang. Huta adalah persekutuan hukum dan adat terkecil. Huta merupakan tempat tinggal mereka yang berasal dari satu ompu, satu moyang, dengan atau tanpa boru. Jadi berdasarkan keturunan dan perkawinan.

    Sejarah “Kutang”

    Pada awal abad ke-19, menutup dada belum jadi kelaziman di Indonesia. Kebiasaan mengenakan kutang diperkenalkan Belanda. Masuk melalui perempuan-perempuan Belanda, yang ikut bersama dengan suami-suami mereka. Pakaian dalam ini kemudian ditiru oleh perempuan-perempuan Indonesia, dan mulai dikenakan dibalik kebaya atau gaun terusan ala noni Belanda.

    Ternyata Onan Bukan Sekedar Pasar Batak

    0

    Pasar tradisional secara teoritis adalah suatu institusi yang bercirikan adanya kegiatan interaksi antara pembeli dan penjual yang didalamnya terdapat kesepakatan mengenai jumlah barang dan harganya. Unsur penting dalam pasar adalah penawaran oleh para penjual dan permintaan oleh para pembeli. Namun tidak demikian dengan Onan. Ternyata Onan memiliki fungsi yang lebih luas dari sekedar fungsi ekonomi.