Satu satunya tempat kami mengadu,hanya namboru,ya..namboru..disanalah separuh perjalanan usia kanak-kanak ku,bersama Farida terlewati,hingga pada suatu waktu,aku dipertemukan dengan seorang Bapa Tua,yang kuanggap sebagai malaikat utusan Tuhan,seorang Bapa tua yang sangat baik hati,aku dibesarkan,dia pulalah yg menjadikanku mulai mengenal kehidupan dunia ini secara realistis,ia menjadikanku manusia yang kuat,sekuat baja,keras,sekeras intan,ia menempaku jd manusia yang tak gampang menyerah,mengaj
ariku arti kehidupan,penuh bersyukur,menuntunku melihat bentangan cakrawala dunia yang lebih,luas tanpa batas..ya..semua itu patut aku syukuri…
Kali ini,ijinkan aku mengeluh,aku ingin tumpahkan segala keluh kesahku padamu mak,walau kutau ini semua hanya sia-sia,izinkan aku menangis diatas pusara mu ini…setidaknya dengan begitu,rasa penat yang menyesaki dadaku selama bertahun tahun lamanya sedikit lega rasanya….
Tau kah kau mak?kabar berita turut kusampaikan padamu…”
Suaranya kembali tercekat..ia seakan tak mampu melanjutkan kata katanya….
Kemudian ia melanjutkan..
“aku sekarang sudah pegawai di Jakarta,ini semua berkat kuasa dan kemurahan Tuhan….”ia menangis sesengukan,
“Mauliate ma Inong,nauli nabasa,paroha naburju,tak pernah kusangka aku bisa PNS,sedikitpu tak pernah..!!aku dapat hidup dan bertahan hidup ditanah rantau,sesuatu yang patut aku syukuri,tak muluk muluk,itu saja doa ku setiap hari…namun ternyata Tuhan punya jawaban lain atas doa ku mak,aku bahagia mak,aku senang sekali,walau aku harus menangis merayakan semua kebahagian ini…
Kini satu tugas lagi yang belum bisa kuwujudkan,yaitu mencari ito farida,kirannya,atas petunjuk Tuhan,aku segera bertemu dengan boru siampudan mu itu….”
Kemudian ia membasuh wajahnya dengan air,dan menaburi aneka bunga-bunga diatas makam ibunya itu.
“Aku pergi dulu ya mak…”katanya sambil berlalu meninggalkan makam ibunya itu,disore yang kian menjelang.
Hari ke delapan,sebelum kembali ke Jakarta,ia mengunjungi rumah namboru dan bapa udanya dikampung itu,dan berpesan agar menyampaikan kepadanya,sekiranya ada informasi mengenai keberadaan farida,sekecil apapun informasi itu sangat berharga baginya.
Dan ke esok harinya,ia kembali ke jakarta.
meskipun tanpa hasil dan mendapat satu titik terang keberadaan iboto nya itu.
Waktu pun berlalu…

