Cerpen: Kutunggu Kau di Sidikalang

25

Kutunggu kau di Sidikalang
[Sebuah Cerpen,diangkat dari kisah nyata]

Jogi Marsillam S.demikian nama panjang nya,pangilan akrabnya Jogi.nama yang terasa pas menurutku untuk dia sandang,tubuhnya yang berpostur tinggi sekitar 1.72cm.dan wajahnya mirip ras Asia Tengah,wajah”Marsuhisuhi” sebagaimana wajah suku batak pada umumnya sama sekali tak terlihat.
Kata”Jogi”dalam bahasa batak arti harafiahnya kira-kira,Tampan,Bagus atau Rupawan.Pria kelahiran Pematang Siantar,merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib dan mencoba peruntungan di kota Metropolitan.
Empat belas tahun sudah,jogi bermukim di Kota Jakarta,pasang surut kehidupan dengan sabar dia jalani,barangkali dia memang tak lagi punya pilihan lain,sama sepertiku.Sudah dua hari ini wajah jogi terlihat murung dan gelisah,entah apa sebenarnya yang mengganggu dan menggelayuti pikirannya ahir-ahir ini.sebagai sahabat yang baik,aku mencoba meraba isi dari kegelisahan hatinya,serta megorek ada apa sebenarnya,dan ahirnya dia pun mulai bercerita kepadaku meski awalnya dia tidak terlalu terbuka,namun lama kelamaan,berbagai pertanyaan yang kuberondong kepadanya ahirnya dia mau terbuka menuturkan kisahnya.

“Kau tau kan,kekasihku Renita”?

“ya,,ada apa dengan Renita?jawabku mulai penasaran

“Tadi malam dia dijemput Tulang itu tiba- tiba dari kontrakan nya,Tulang itu datang langsung dari Medan,di temani abangnya Renita,yang tinggal di Pondok Labu.

“Loh,,kenapa dijemput?ada masalah apa sampai tulang itu datang menjemput Renita ke Jakarta?”

Jogi terlihat diam sejenak,kemudian menarik nafas panjang,tatapan matanya penuh hampa,dan mulai menyulut sebatang rokok putihnya.

“Kau tau kan,Ibu nya Renita itu sangat tidak menyukaiku sejak dia tau kami berpacaran,”

“ya..itu sudah pernah kau ceritakan kepadaku,bahkan Renita juga pernah bercerita tentang hal itu,sewaktu kau menyuruhku menjemputnya sepulang kerja.”

25 COMMENTS

  1. Kisah yang mengharukan.
    Tarilu-ilu au manjaha.
    Keluarga Bang Jogi dan Kak Renita pasti Bahagia dan Diberkati.

  2. Kisah yang sangat mengharukan.
    Sampe tarilu-ilu au manjaha.
    Keluarga Bang Jogi dan Kak Renita pasti Bahagia dan Diberkati.

  3. Comment:cerita yang bagus,
    Memang cinta butuh pengorbanan!
    baca kisah ini gak krasa air mata keluar

  4. Alur ceritanya bagus…mengisahkan cinta sejati/power of love/holong situtu….kekuatan para peran juga sudah terlihat…tetapi cerita ditengah jalan sepertinya keliru,pada umumnya kalau jodoh yang ada hubungannya dengan pariban biasanya si laki-laki /anak namboru yang berjibaku untuk mendapatkan boru ni tulangnya.Tapi pada cerita diatas malah orang tua dan lae itu yang memaksa borunya supaya jadi sama berenya,coba di koreksi lagi….HORAS

  5. @Herbert Simatupang : Sepertinya begitu karena biasanya pihak pria yang mengejar paribannya, bukan sebaliknya. Btw cerita ini memberikan inspirasi bagi pasangan yang betul2 memaknai cinta sebenarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here