Liburan Ke Taman Lumbini Berastagi Bikin Kagum

2

Membahas objek wisata di Indonesia memang tidak ada habisnya. Berbagai daerah di Ibu Pertiwi menawarkan panorama alam maupun buatan tangan manusia yang sangat mempesona. Sebut saja Bali dan Lombok yang sudah terkenal sampai ke manca Negara. Bagaimana dengan Sumatera Utara? Provinsi yang terbentuk pada 15 April 1948 pun tidak mau ketinggalan memamerkan keindahan wisata yang dimilikinya. Selain memiliki Danau Toba sebagai danau terluas se Asia Tenggara, Sumatera Utara juga memiliki objek wisata yang tak kalah indah lainnya, yaitu Taman Lumbini Berastagi.

Taman Lumbini ini terletak di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rakyat, Berastagi, Sumatera Utara dan dibuka untuk umum sejak tahun 2010. Untuk dapat mencapai taman ini, akan memakan waktu 2 sampai 3,5 jam dari Kota Medan tergantung keadaan lalu lintas.

Source: Google Maps

Baca Juga: Tempat Wisata Menarik & Paling Populer Di Berastagi

Apa yang menjadikan Taman Lumbini Berastagi ini begitu istimewa di mata wisatawan?. Ditempat ini terdapat sebuah pagoda “emas” yang sangat kental dengan Pagoda Shwedagon yang terdapat di Yangoon, Myanmar. Taman Lumbini bisa dibilang “Pagoda Shwedagon” nya Indonesia. Di tempat ini, kita benar-benar dapat merasakan Suasana layaknya sedang berada di Shwedagon karena terdapat banyak kesenian arsitektur khas Myanmar. Pagoda ini merupakan tempat ibadah bagi umat Buddha namun terbuka untuk umum. Wisatawan dari dalam negeri mau pun mancanegara, diperbolehkan untuk mengunjungin pagoda ini.

Source: Google Maps

Hal yang menjadikan Taman Lumbini ini menjadi lebih istimewa lagi karena Pagoda Taman Lumbini ini menjadi pagoda tertinggi ke 2 di dunia diantara pagoda pagoda diluar dari negara Myanmar dan tertinggi nomor 1 di Indonesia. Wow, luar biasa bukan? Ini adalah salah satu asset objek wisata berharga yang dimiliki oleh provinsi Sumatera Utara yang wajib kita lindungi bersama sama.

Untuk dapat mengunjungi pagoda nan eksotis ini, pengunjung tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis oleh pihak Pagoda Taman Lumbini. Pengunjung hanya perlu mengisi buku tamu untuk menuliskan nama mereka. Namun, bagi pengunjung yang hendak memberikan sumbangannya untuk pagoda ini, sama sekali tidak ada larangan dari pihak pengelola yang ada disana. Malah akan diberikan penghargaan yaitu nama pemberi sumbangan akan dituliskan dalam lilin raksasa yang ada disana.

Baca Juga: Tempat Wisata di Berastagi: Bukit Kubu Berastagi

Menulusuri keindahan dari pagoda ini kita akan memulainya dari bagian terluarnya terlebih dahulu. Untuk menuju pagoda ini, kita akan melewati sebuah jembatan yang bernama Titi Lumbini. Jembatan penyeberangan ini meiliki panjang 20 meter dan dipadukan dengan puluhan lentera yang bergantungan. Sesampainya di pagoda, mata kita akan benar benar dimanjakan dengan sebuah bangunan eksitis nan megah khas Myanmar.

Pada halaman depan pagoda ini terdapat salah satu alat kebaktian umat Buddha yang ada disana, yaitu holy drum. Holy drum ini tidak dapat dibunyikan dengan sembarangan karena konon katanya roh jahat dan roh baik akan datang. Oleh karena itu holy drum itu hanya dibunyikan pada saat kebaktian umat Buddha saja.

Pada lokasi yang berbeda namun masih daerah halaman depan dari pagoda, terdapat sebuah patung gajah putih dan tempat gulungan kitab suci yang tersusun dengan rapi yang berwarna emas. Para umat Budha yang ada disana meyakini apabila gulungan tersebut diputar searah jarum jam maka akan menebarkan kebajikan.

Source: Google Maps

Untuk masuk kedalam pagoda ini,pengunjung wajib untuk melepas sandal maupun alas kaki lainnya. Selain itu,pengunjung juga tidak diperbolehkan untuk memotret dengan kamera handphone dan membawa makanan serta minuman selama berada di area pagoda ini. Ini merupakan aturan umum yang harus dipatuhi oleh setiap pengunjung.

Ketika kita memasuki area dalam pagoda, kita akan langsung disambut oleh sebuah pintu yang memiliki desain khas dari pahatan seniman Myanmar. Melangkah lebih kedalam, 4 buah rupang Budha yang mulia menyambut kehadiran kita. Menurut pihak pengelola, patung Bidha ini terbuat dari griok yang langsung didatangkan dari Myanmar. Didepan Patung Budha ini, terdapat deretan lilin kecil yang berada diatas meja.Didepan meja inilah para umat Budha memanjatkan doa doanya. Seperti halnya berada di tempat ibadah umat Budha lainnya, didalam pagoda ini akan tercium harumnnya bakaran hio. Pagoda Taman Lumbini juga meyimpan relik relik dari sisa sisa pembakaran orang suci. Relik relik tersimpan dibagian atas pagoda.

Source: Google Maps

Pada bagian tengah ruangan dari pagoda, terdapat lilin lilin raksasa hiasan yang mengelilingi setengah lingkaran. Wisatawan yang mengunjungi Pagota Taman Lumbini ini jumlahnya jauh dari kata sepi terutama pada akhir pekan dan hari libur. Mereka yang datang tidak hanya menikmati keindahan pagoda ini saja, tapi mereka  juga banyak menuliskan harapan harapan mereka pada secarik kertas kemudian diletakkan di “wishing tree” atau pohon harapan.

Melihat dari keindahan yang dimiliki dari pagoda ini, sudah pantaslah Pagoda Taman Lumbini menjadi salah satu destinasi dan referensi wisata buat kalian semua. Tentu saja kita harus selalu menjaga ketentraman dan menjunjung tinggi nama baik dari objek wisata religi menarik ini karena sudah menyangkut asset berharga yang dimiliki oleh Ibu Pertiwi. Jangan sampai keindahan dari pagoda ini sampai rusak oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. Selamat Berlibur !!

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here