Istana Maimun, Bila ke Medan Wajib Kesini

0

Sejarah Istana Maimun – Kalo bicara soal masa lalu, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia ini yang memiliki sejarah yang sangat menarik untuk dibahas. Kejayaan masa lalu dari Indonesia sudah dikenal dunia sebagai negara penguasa. Sebut saja Sriwijaya dan juga Majapahit yang pernah menguasai hampir sebagian besar Asia Tenggara. Wow, betapa hebatnya dulu negara kita ini.

Bagaimana dengan sejarah masa lalu yang ada di Sumatera Utara? Apakah Sumatera Utara juga memiliki cerita masa lalu yang berkaitan dengan sebuah kerajaan.

Source: Google Maps

Salah satu kerajaan yang pernah berdiri di Sumatera Utara adalah Kesultanan Deli. Kesultanaan ini merupakan salah satu dari Kerajaan Melayu yang berada di Asia Tenggara. Kesultanan Deli ini memiliki istana yang megah khas Kerajaan Melayu. Istana ini bernama Istana Maimun. Yang menjadi pemimpin pembangunan istana Maimun adalah Sultan Mahmud Al Rasyid dari Kerajaan Deli itu sendiri. Pembangunan dimulai sejak tanggal 28 Agustus 1888 dan selesai pada tanggal 18 Mei 1891 dan diperuntukkan sebagai tempat tinggal sultan sultan yang memimpin Kerajaan Deli tersebut.

Baca Juga: Makam Panjang 7 Meter, 710 Anak Tangga Ke Makam Syekh Mahmud

Pada masa kini, Istana Maimun menjadi ikon kota tempat istana ini berada, yaitu Kota Medan. Kota Medan sendiri merupakan ibu kota provinsi Sumatera Utara. Tidak hanya sebagai ikon kota Medan saja, Istana Maimun menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Medan. Istana Maimun pun menjadi salah satu istana terindah yang ada di Indonesia. Hal ini karena Istana Maimun memiliki ciri khas pada arsitektur bangunan istana. Keunikan dari arsitektur ini dikarenakan perpaduan yang sempurna antara kebudayaan Melayu yang bernuansa Islam dan kebudayaan Eropa seperti Italia dan juga Spanyol. Ciri khas lainnya yang dimilik dari istana Maimun adalah istana ini didominasi oleh warna kuning khas budaya Melayu.

Source: Google Maps

Kawasan Istana Maimun sendiri dirawat dan dikelola oleh Yayasan Sultan Ma’moen Al rasyid. Untuk saat ini, fungsi istana kebanyakan sebagai tempat acara adat serta kegiatan lainnya. Namun, sekarang Kesultanan Deli masih memiliki wewenang terhadap istana. Kesultanan Deli sendiri tidak memiliki kewenangan di ranah politik karena lokasi istana seluruhnya diambil alih oleh pemerintahan Indonesia. Yang menjadi Raja Istana Maimun sekarang yakni Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam yang merupakan putra mahkota kerajaan yang tinggal di luar Pulau Sumatera.

Buat kalian yang ingin mengunjungi Istana Maimun, kalian bisa langsung menuju lokasinya yang berada di Jalan Sultan Ma’moen Al Rasyid No.66, Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Lokasi ini juga dekat dekat alun alun kota Medan dengan jarak 7 km saja dan waktu tempuh perjalanan sekitar 30 menit. Untuk dapat memasuki kawasan Istana Maimun,pengunjung cukup membayar uang masuk sebesar 5 ribu rupiah per orang. Istana Maimun sendiri beroperasi mulai hari Senin sampai Minggu dari jam 08:00 sampai 12:00. Dari pukul 12:00 sampai 13:00 digunakan untuk istirahat dan kembali dibuka dari jam13:00 sampai 17:00. Untuk jadwal musik tradisional sendiri di hari Minggu pukul 10:00 sampai 12:00.

Source: Google Maps

Baca Juga: Bertandang Ke Istana Presiden Sukarno Di Tanah Batak

Istana Maimun sendiri memiliki luas sekitar 2.722 meter persegi dan terdapat 30 ruangan. Istana ini sendiri memiliki 2 lantai dan 3 bagian istana yakni bangunan induk untuk singgasana raja, bagian sayap kanan dan bagian sayap kiri. Di dalam istana Maimun terlihat perpaduan budaya Belanda yang begitu kental yang berupa perabotan seperti lemari, meja, toilet, kursi dan pintu. Terdapat juga sebuah marmer prasasti di depan tangga bertuliskan bahasa Belanda.

Source: Google Maps

Pada bagian dalam istana terdapat sebuah meriam punting yang memiliki kisah menarik dibaliknya. Menurut cerita, meriam itu merupakan jelmaan dari adik putri hijau dari Kerajaan Deli yang bernama Mambang Khayali. Meriam itu puntung karena digunakan terus menerus menembak walau bagian larasnya sudah sangat panas.

Dominasi warna kuning pada istana merupakan warna khas Melayu dan merupakan warna kebesaran dari Kerajaan Deli. Nuansa Eropa pada ornamen Istana Maimun melekat jelas pada lemari, lampu, pintu dorong, kursi dan meja. Selain bernuansa Melayu dan Eropa, Istana Maimun juga kental akan pengaruh Islam. Hal ini terdapat pada bagian atap atap Istana yang melengkung mirip perahu terbalik. Gaya bangunan seperti ini banyak terdapat pada bangunan bangunan khas Timur tengah.

Source: Google Maps

Selain itu, para pengunjung yang ingin berfoto foto, pihak yayasan menyediakan busana adat Melayu. Pengunjung akan membayar uang sewa pakaian 15 ribu sampai 30 ribu per setel pakaian. Dengan begitu, pengujung bisa merasaakan seolah olah menjadi bagian keluarga bangsawan pada masa lalu.

Source: Google Maps

Di depan lokasi Istana Maimun, terdapat sebuah Masjid yang bernama Al Mashun atau dikenal dengan nama Masjid Raya Medan. Di sebelah masjid terdapat tanaman Sri Deli Medan. Saat bulan Ramadhan tiba, tempat tersebut sering dijadikan area wisata kuliner.

Semoga saja keberadaan Istana Maimun tetap terjaga untuk masa depan. Cerita sejarah yang terkandung di balik Istana Maimun ini menjadikan Istana Maimun ini kental akan nilai nilai perjuangan leluhur dimasa lalu yang wajib kita hormati. Semoga keindahan dan kemewahan Istana Maimun dapat selalu dinikmati oleh generasi yang akan datang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here