Cerpen: Boru ni Tulang

3

Sepanjang perjalanan dari Bandara Kualanamu yang kami lewati,sama sekali tidak ada perubahan yang drastis,keadaan-nya sama persis saat kutinggalkan sekitar 15 tahun yang lampau.
“ah,,tak ada yang berubah di lubuk pakam ini ya bang?”tanyaku kepada sang sopir untuk memulai percakapan yang sedari tadi tampak membisu,begitu juga dengan lima orang penumpang lainnya,”Ya,kek gitulah bang,dari dulu sampai sekarang,tak ada perubahan,”jawab yang ditanya.
Saat berada di sei rampah,hanya satu yang menandakan perubahan kota itu, yaitu perempatan baru yang dilengkapi lampu lalu lintas
“Nah,,inilah yang berubah itu bang,,hehehe…”,kata sang sopir itu lagi kepadaku,sembari menghentikan laju mobil tepat di Trafic ligth yang tiba-tiba menyala merah sambil terkekeh.

Kami pun tiba di Bengkel,ini nama daerah antara Tebing tinggi dan Tanjung morawa,mungkin sudah peraturan perusahaan Taxi ini wajib berhenti di salah satu loket yang sudah ditentukan,untuk istirahat sejenak,atau sekedar belanja oleh-oleh,yang konon terkenal sebagai ciri khas Bengkel,yaitu Dodol bengkel.
Saat melanjutkan perjalanan menuju pematang siantar,kucoba tidur sejenak karena sepanjang perjalanan,tidak ada pemandangan untuk dinikmati,yang ada hanya deretan batang pohon karet dan kebun sawit yang membuat mata terasa kian lelah.

“Bang,,hoi bang…”
“Bang,,,”
Suara sang sopir yang sedari tadi berusaha membangunkan tidurku.
“Hah,kenapa bang,,kita sudah sampai di siantar ya?”tanyaku masih dengan setengah sadar,sambil melongok keluar jendela mobil.
“sudah bang tapi masih di Rambung merah,abang mau diantar kemana ini?”katanya melanjutkan.
“aku diantar terahir saja,sekalian mau keliling kota siantar ini dulu”jawabku semangat.
Satu per satu ke lima penumpang dalam mobil itu pun diantarkan ke alamat masing-masing,hingga penumpang yang tersisa hanya aku sendiri.

1
2
3
4
5
6
7
8
Previous articleCerpen: Kutunggu Kau di Sidikalang
Next articleCerpen: Kasih tak Sampai Dari Afdeling

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.