11 Istilah Perkawinan Suku Batak Toba – Patut Anda Ketahui

3

Info Menarik9 Proses Perkawinan Dalam Budaya Batak Toba

9. Marsonduk Hela.
Perkawinan marsonduk hela ini hampir sama dengan perkawinan biasa, akan tetapi karena mas kawin(sinamot) yang harus diserahkan kurang, maka diputuskan si laki-laki itu menjadi menantunya dan dia akan tinggal bersama mertuanya untuk membantu segala pekerjaan dari mulai pekerjaan rumah sampai sawah. Ibarat konsekuensi sinamot kurang itu digenapi. Namun pihak sinonduk hela(menantu) tidak seumur hidup harus tinggal berasama mertuanya, jika keadaan sudah memungkinkan dia dapat pindah di rumahnya sendiri.

10. Manggogoi.
Perkawinan ini terjadi dikarenakan setelah digauli paksa. Dulu jika seorang laki-laki menggauli perempuan secara paksa(manggogoi) ada dua hal yang mungkin terjadi. Jika si perempuan bersedia melanjutkan kasusnya ke arah perkawinan yang resmi, maka prosedurnya sama dengan Mangabing Boru. Tetapi jika perempuan tidak mengenal pria tersebut dan tidak bersedia dikawinkan maka akan dikenakan hukum pelanggaran susila, hukumannya ialah hukuman mati.

11. Dipaorohon.
Dipaorohon adalah proses perkawninan dengan pertunangan semasa anak-anak. Pertunangan anak-anak pada jaman dahulu bukanlah hal yang aneh, hal ini sering dilakukan oleh raja-raja dahulu. Beberapa alasan mempertunangkan anak-anak: hubungan persahabatan/ kekeluargaan, seseorang tidak mampu membayar utang kepada pemberi utang, dan lain-lain.

Untuk keperluan Pernikahan Adat Batak, cek disini

1
2
3
4
Previous articlePora The Lake Rescuer Game Android Pertama Dari Tanah Batak
Next articleAksi Van Damme Lakukan Ngangkang/ Split Kaki Diantara Dua Truk

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.