More
    Home Blog Page 89

    Pemandian Sakral Di Sianjur Mula-Mula Dipercaya Dapat Menyembuhkan Segala Jenis Penyakit

    Pemandian sakral yang di percaya dapat menyembuhkan segala jenis penyakit ini selalu dikunjungi dari berbagai daerah. Bahkan ada yang datang dari jauh dari luar pulau Sumatera bahkan dari luar negeri ketempat ini.

    Perempuan Batak (Toba)

    Perempuan Batak (Toba) – PEREMPUAN, di sebagian besar belahan bumi ini, pada awalnya, menempati posisi kedua dalam strata sosial kemasyarakatan. Bahkan di Eropa, Amerika, dan Australia yang dikenal santer dengan pergerakan Feminisme pada abad-abad lampau memosisikan perempuan di posisi kedua. Mengapa? Jawabannya hanya Anda sendiri yang tahu, mengapa Anda menganggap perempuan selalu lebih lemah dari laki-laki.

    Elemen Masyarakat Sumatera Utara Gelar Doa untuk Sitor Situmorang

    1

    Sejumlah elemen masyarakat di Sumatera Utara menggelar doa bersama serta malam apresiasi untuk sastrawan nasional, Sitor Situmorang yang telah meninggal dunia, 20 Desember 2014 lalu, di kediamaannya di Belanda. Kegiatan yang digelar Rumah Karya Indonesia (RKI) bekerjasama dengan sejumlah komunitas seni dan pegiat lingkungan.

    Cerpen: Kasih tak Sampai Dari Afdeling

    0

    Kasih tak Sampai Dari Afdeling

    Taukah kau.?dikolam penampungan air di tepi jalan Afdeling itu,masih jelas terpatri nama kita berdua,tulisan itu seakan jadi saksi bisu selama hampir sewindu,yang dapat kau saksikan hingga kini,kala kau rindu akan masalalu kita yang indah dan manis itu,kala kau rindu akan romantika perjananan cinta kita dahulu,kala kau  pulang kekampung halaman kita dulu, namun semua itu sudah sirna,yang ada hanya tinggal sebuah cerita dan kenangan,karena kutau,ternyata tak pernah lagi kembali dalam waktu yang cukup lama,sendiri aku menyaksikan guratan itu,tanpa kau ada disisiku”

    Hanya ada dua baris nama,namaku dan namamu,namun dibalik dari guratan itu,mewakili puluhan bahkan ratusan kisah yang pernah kita jalani bersama,bahkan andai dapat bercerita tulisan yang terpatri di bibir bak air itu pasti tak akan ada habisnya bercerita sepanjang malam akan semua kisah dan romatika cinta yang ahirnya terpasung oleh status keluarga kita yang katanya berbeda itu.

    Aku masih ingat betapa remuk redam-nya hatiku kala itu,saat orang tuamu menyebut aku sebagai kelas budak dan tak pantas untuk berteman denganmu,namun kusadari ucapan orang tuamu itu benar,aku sadari itu,aku hanyalah anak seorang buruh kebun pemetik daun teh.yang memang tak pantas bergaul denganmu,apalagi memiliki cintamu,ah..aku hanya bermimpi kala itu..!!

    betapa bodohnya dan tak tau dirinya aku saat itu,saban hari aku hanya bergelut dengan pucuk-pucuk daun teh,berteman dengan Keranjang bambu,yang ukuranya selalu menenggelamkan tubuhku yang mungil.

    Jari tanganku yang selalu menghitam dan kapalan,karena getah daun teh,
    Pagi subuh yang masih gelap,aku sudah harus melewati pasar kuda,menembus butiran embun yang masih menempel didedaunan teh hingga basah kuyup.
    Suara lolongan panjang Suling yang berkumandang dari Pabrik tua peninggalan Belanda itu seakan komando buat kami agar segera bergegas,bergegas dan berangkat menuju Kebun teh yang menghampar luas itu..!!

    Sementara kau?anak seorang mandor besar,yang punya kuasa di afdeling itu,bukan saja kuasa tapi juga disegani dan ditakuti,dan ibumu seorang pendidik.
    Semua perbedaan yang kita miliki bak Langit dan Bumi,bahkan menjadi sekat pembatas buat kita,hingga pada ahirnya batasan itu ibarat sebuah tembok yang tinggi,kokoh yang tak lagi dapat kulalui,aku menyerah..!!

    Cerpen: Boru ni Tulang

    3

    “Atention please..ladys and gentelemen..,bla,…bla…bla…….”
    Sayup-sayup terdengar suara merdu dari salah seorang crew pesawat,yang mengumumkan bahwa sesat lagi pesawat akan mendarat di Bandara Internasional Kualanamu,

    Cerpen: Kutunggu Kau di Sidikalang

    25

    Kutunggu kau di Sidikalang
    [Sebuah Cerpen,diangkat dari kisah nyata]

    Jogi Marsillam S.demikian nama panjang nya,pangilan akrabnya Jogi.nama yang terasa pas menurutku untuk dia sandang,tubuhnya yang berpostur tinggi sekitar 1.72cm.dan wajahnya mirip ras Asia Tengah,wajah”Marsuhisuhi” sebagaimana wajah suku batak pada umumnya sama sekali tak terlihat.
    Kata”Jogi”dalam bahasa batak arti harafiahnya kira-kira,Tampan,Bagus atau Rupawan.Pria kelahiran Pematang Siantar,merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib dan mencoba peruntungan di kota Metropolitan.
    Empat belas tahun sudah,jogi bermukim di Kota Jakarta,pasang surut kehidupan dengan sabar dia jalani,barangkali dia memang tak lagi punya pilihan lain,sama sepertiku.Sudah dua hari ini wajah jogi terlihat murung dan gelisah,entah apa sebenarnya yang mengganggu dan menggelayuti pikirannya ahir-ahir ini.sebagai sahabat yang baik,aku mencoba meraba isi dari kegelisahan hatinya,serta megorek ada apa sebenarnya,dan ahirnya dia pun mulai bercerita kepadaku meski awalnya dia tidak terlalu terbuka,namun lama kelamaan,berbagai pertanyaan yang kuberondong kepadanya ahirnya dia mau terbuka menuturkan kisahnya.

    “Kau tau kan,kekasihku Renita”?

    “ya,,ada apa dengan Renita?jawabku mulai penasaran

    “Tadi malam dia dijemput Tulang itu tiba- tiba dari kontrakan nya,Tulang itu datang langsung dari Medan,di temani abangnya Renita,yang tinggal di Pondok Labu.

    “Loh,,kenapa dijemput?ada masalah apa sampai tulang itu datang menjemput Renita ke Jakarta?”

    Jogi terlihat diam sejenak,kemudian menarik nafas panjang,tatapan matanya penuh hampa,dan mulai menyulut sebatang rokok putihnya.

    “Kau tau kan,Ibu nya Renita itu sangat tidak menyukaiku sejak dia tau kami berpacaran,”

    “ya..itu sudah pernah kau ceritakan kepadaku,bahkan Renita juga pernah bercerita tentang hal itu,sewaktu kau menyuruhku menjemputnya sepulang kerja.”

    Event Konser “ Mulak Tu Bonapasogit” 30 Desember Di Harian Boho Samosir

    0

    Konser “ Mulak Tu Bonapasogit” adalah sebuah gagasan dari Martahan Sahat Gembira Sitohang, seorang seniman muda berdarah batak yang telah sukses melakukan pertunjukan Seni Musik di berbagai tempat dan di luar negeri.

    Di Dolok Sipiak Harapan Baru Kembangkan Karya Seni Untuk Kota Parapat

    Parapat, Sabtu, 06 Desember 2014 dari berbagi komunitas pemuda hadir di Dolok Sipiak Parapat hal ini dilakukan sebagai upaya pengembangan Parapat sebagai kota wisata, beberapa diantara komintas tersebut adalah Komunitas Rumah Karya Indonesia, Cress film (salah satu komunitas film karo), Sotardok Art, Literasi Sumatera, Tataraing, Hendra Ginting dna Senapas Komunitas Seni Parapat selaku panitia local kegiatan ini.

    Penutupan Jong Bataks Arts Festival Dimeriahkan Mossak dan Ndikar

    Penutupan Jong Bataks Arts Festval 2014,  1 November, dimeriahkan dengan pertunjukan mossak dan ndikkar. Mossak adalah olahraga beladiri dari Batak Toba sedangkan ndikar adalah beladiri dari Karo. Pertunjukan ini ditampilkan oleh KMK St. Martinus Unimed, yang dipadu dengan tarian dari Pakpak dan paduan suara. Para undangan yang memadati Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara, menyambuat antusias pagelaran ini. Apalagi  beladiri mossak dan ndikar sekarang ini, termasuk salah satu budaya yang semakin langka.

    Diskusi Lapo Jong Batak: Tak Ada Lagi Tano Batak

    Diskusi Lapo Jong Batak: Tak Ada Lagi Tano Batak

    Sekarang ini sudah tak ada lagi yang namanya Tano (tanah) Batak. Semua tanah di sekitar kawasan Danau Toba yang selama ini dikenal sebagai Tano Batak sudah dikapling dan dijual kepada investor. Bahkan tanah-tanah adat juga ikut dieksploitasi. Dengan kenyataan itu, maka sesungguhnya orang Batak sudah kehilangan salah satu yang paling mendasar dalam kebudayaannya.