Lomok-Lomok Kuliner Khas Tradisional Dari Sumatera Utara

0
304

Lomok-lomok adalah jenis olahan makanan tradisional yang berasal dari Kabupaten Karo Sumatera Utara. Lomok-lomok sendiri sama dengan saksang masakan dari Batak, hanya beda nama saja. Saksang di suku Batak, lomok-lomok di suku Karo.

Sejak lama jenis makanan ini sangat digemari serta menjadi makanan pokok utama pada pelaksanaan upacara adat oleh masyarakat Karo dan Batak pada umumnya. Lomok-lomok berasal dari daging babi yang masih muda, kemudian potongan dagingnya direbus tidak terlalu matang laku di cincang halus dan ditumis dengan campuran bumbu pilihan dicampur dengan getah atau darah.

Lomok-lomok dalam upacara adat batak biasanya dihidangkan dengan lauk pauk sebagai makanan utama bersama jenis makanan lainnya. Pada upacara adat lauk pauk yang dihidangkan kepada tamu yang diundang dibuat secara berkelompok. Biasanya satu kelompok terdapat 5 hingga 15 orang bersantap bersama.

Ditaruh pada piring besar (talam) yang dilapis dengan daun pisang berisikan nasi dan lomok-lomok diatasnya.

Adapun makna yang terkandung pada olahan tradisional pada masyarakat karo juga pada masyarakat batak pada umumnya akan terlihat pada kegiatan apa makanan ini dihidangkan. Misalnya dalam kegiatan sehari-hari pada perkumpulan anggota keluarga atau sebut saja makan bersama maka makna yang di kandung pada olahan lomok-lomok adalah sebagai lauk pauk.

Apabila digunakan pada kegiatan upacara adat, misalnya adat pernikahan, kematian, kelahiran dan upacara lainnya maka hidangan lomok-lomok berfungsi sebagai pemberi kehidupan kepada seluruh undangan atau kelompok yang memakannya.

Image4

Selain dua makna diatas dari jenis makanan ini ada juga sebagai barang dagangan. Lomok-lomok dijual sebagai barang dangangan dapat dijumpai di rumah makan di pusat kota, stasion bus dan pusat-pusat keramaian. Kuliner tradisional ini biasanya di jual di warung-warung khas batak atau BPK (babi panggang karo).

Harga yang disajikan untuk lomok-lomok seporsinya pun berfariasi, yang jelas harganya ekonomis mulai dari Rp. 10.000 sampai dengan Rp. 20.000 per piringnya. Untuk harga satu ekor babi tergantung besar kecilnya ukuran biasanya harga dipasaran saat ini sekitar Rp. 300.000 sampai dengan Rp. 500.000.

Beberapa daerah yang warga/ penduduknya beragama Islam, maka olahan tradisional ini sebagai hidangan pokok pada upacara adat, maka daging babi biasanya dapat digantikan dengan daging kambing atau daging sapi dan kerbau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here