Aturan dan Keistimewaan Parbaringin Sang Pendeta Batak

0

Sebagai pemimpin dalam dwi-tunggal kepemimpinan Bius, Parbaringin harus menunjukkan kemandirian mereka di tengah-tengah semua marga, huta dan horja di biusnya. Saat ia diangkat sebagai Parbaringin maka ia lepas dari marganya dan bahkan terpisah dari Bius yang mengangkatnya.

Meskipun sebagai pendeta, yang berwenang mengurus soal-soal kerohanian/spiritual dalam masyarakat biusnya, namun para Parbaringin juga harus selalu mematuhi aturan- aturan untuk mereka, antara lain: tidak boleh memakan sembarang makanan, tidak boleh memotong rambut namun harus selalu berpenampilan baik, tidak boleh memotong rambut orang lain, harus memakai pakaian yang sudah ditentukan, tidak boleh melakukan pekerjaan yang kotor dan tidak pantas untuk jabatannya seperti mengumpulkan sampah, menyapu, membakar lalang, menyiangi rumput, bertukang, memikul mayat. Mereka  juga tidak boleh berdusta, bersumpah, mengambil milik dan merugikan orang lain, dan harus berbicara seperlunya saja dan setiap kata yang diucapkannya haruslah bermakna.


Ilustrasi: Parbaringin sang Pendeta Batak

Dalam Patiaraja-Blogs dituliskan beberapa keistimewaan yang didapat Parbaringin karena jabatannya tersebut, yaitu sebagai berikut:

l. Harta Parbaringin tidak boleh dicuri, karena itu sama denga mencuri barang sombaon (hantu leluhur yang disembah);
2. Parbaringin tidak boleh diminta bersumpah;
3. Kalau Parbaringin duduk bersila, tidak boleh ada orang berdiri di garis pandangnya;
4. Setiap orang yang berpayung harus menutupkannya sampai Parbaringin melewatinya;
5. Orang yang menunggang kuda harus turun kalau bertemu dengan Parbaringin;
6. Tidak boleh mendahului Parbaringin kecuali disilahkannya;
7. Memberikan sesuatu kepada Parbaringin harus dengan tangan kanan, dan kalau terpaksa dengan tangan kiri, harus mengucapkan: siamun ale ompung (ini tangan kanan ompung).

Dari keistimewaan yang melekat pada posisi Parbaringin tersebut, dapat disimpulkan bahwa seorang Pendeta dalam masyarakat Batak dahulu benar-benar sangat dihormati dan dipandang hampir suci. Dan sesuai fungsi dan tugas-tugasnya, dalam kehidupan sehari-hari seorang Pendeta adalah teladan bagi orang Batak dalam banyak hal seperti berikut:

l. Mardebata (Bertuhan);
2. Martutur (Berkerabat);
3. Marpatik (Beraturan atau melaksanakan aturan);
4. Maruhum (Melaksanakan dan tunduk kepada hukum);
5. Maradat/marraja (Berpemerintahan: patuh kepada adat, raja dan pemerintah).

 

****************
Follow @GoBatak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here