Air 7 Rasa: Ritual Doa Di Batu Cawan Pusuk Buhit

0

Dalam video liputan khusus berikut ini adalah perjalanan kami menyusuri lokasi Batu Cawan Pusuk Buhit pada tanggal 18 Februari 2011 lalu. Dengan dipandu oleh juru kunci (Ama Dapot Limbong) menyusuri jalan setapak (sudah di semen) berjarak lebih kurang 3 kilometer dari rumah Ama Dapot Limbong. Lebih kurang satu jam berjalan mendaki menuju tempat pemandian Ompu Raja Uti kala itu.

Dalam perjalan menuju Batu Cawan di tempat persinggahan pertama juru kunci menunjukkan batu Losung Raja Uti bahwa disini adalah tempat dimana dahulu Batu ini ciptakan oleh Oppung Raja Tatea Bulan. Batu Losung adalah tempat menumbuk padi yang sehari-harinya dikerjakan oleh Oppung Boru Sipasu Bolon istri Oppung Raja Tatea Bulan untuk makanan Oppung Raja Uti.

Sesampainya di lokasi Batu Cawan Pusuk Buhit dengan suguhan panorama alam yang sangat indah, Ama Dapot Limbong menunjuk ke atas sebuah bukit itulah “Batu Sondi”. Batu Sondi atau yang disebut Liang Raja Uti bahwa disinilah tempat Raja Uti menatap karena tubuhnya tidak memiliki bertulang dan berkaki.

Ditempat inilah biasa dilakukan ritual dengan memanjatkan doa oleh para peziarah yang datang ke Batu Cawan Pusuk Buhit. Batu Cawan adalah peninggalan Oppu Raja Uti dimana dulunya tempat ini adalah tempat permandian Raja Uti, yang airnya memiliki aroma aroma Unte Pangir (jeruk purut). Dalam kesempatan tersebut Novel Simbolon, Yetty Aritonang bersama Namboru Tiurma Situmorang (Owner Vanesha Hotel) berziarah memanjat doa kepada Oppung Mula Jadi Nabolon.

Seperti apa perjalanan kami menyusuri Batu Cawan serta prosesi riatual doa di Batu Cawan Pusuk Buhit, mari kita simak video berdurasi 15 menit ini:

Video:

 

Foto Gallery:

 

Read: Tough Money Decisions