|

Ukiran Gorga Batak – Antara Magis & Seni

Ukiran Gorga Batak termasuk unik karena memiliki ciri khas tersendiri, terutama lekuk ukiran yang tak bisa dipisahkan –seperti kebanyakan ukiran tradisional– dari nilai-nilai simbolis dan magis. Ukiran-ukiran ini hadir dalam beragam alat dan material, terutama pada benda-benda yang digunakan dalam berbagai upacara tradisional. Salah satu ukiran khas Batak adalah ornamen kepala kuda yang merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah rumah adat Batak.

Ukiran Gorga Batak

Ukiran  khas Gorga Batak Naga Morsarang, yaitu bentuk kapal tempat datu atau pemimpin upacara keagamaan menyimpan ramuan-ramuan gaibnya. Terbuat dari tanduk kerbau yang berongga. Permukaan luarnya penuh dengan ukiran dan ornamen khas dan bentuk geometris. Bagian ujung tanduk diukir bentuk seseorang yang sedang duduk. Sementara pada bagian pangkal tanduk sebagai penyumbat, terdapat ukiran kayu dengan  gambar  singa yang ditunggangi empat orang.

Lainnya seperti gabungan bentuk dari hewan seperti singa, kuda, ular, harimau dan binatang-binatang lain adalah mahluk dalam mitologi Batak yang merupakan simbol kesuburan dan perlindungan alam. Semua dekorasi dan gambar tersebut sarat dengan nilai-nilai magis.

Adapun jenis-jenis ukiran disamping gorga rumah adat Batak diantaranya, Ulupaung, Jenggar, Sahang, Minimalis Hasapi, Tongkat Ukiran Batak dari Tanduk Lembu, Catur Batak, Hombung (tempat harta karun), Pot bunga, Jam dinding, Lemari Batak, Gantung Ulos, Bingkai Gorga Batak Motif Bali, Kapal Layar, Patung-patung dan hiasan-hiasan dinding.

Bahan-bahan untuk Gorga ini biasanya kayu lunak yaitu yang mudah dikorek / dipahat. Biasanya nenek-nenek orang Batak memilih kayu ingul atau ada juga orang menyebutnya kayu ingul. Karena kayu ingul ini mempunyai sifat tertentu yaitu antara lain tahan terhadap sinar matahari langsung, begitu juga terhadap terpaan air hujan, yang berarti tidak cepat rusak/lapuk akibat kena sengatan terik matahari dan terpaan air hujan. Kayu ingul ini juga biasa dipakai untuk pembuatan bahan-bahan kapal / perahu di Danau Toba.

Dalam hal mengukir ada tekniknya dan dibutuhkan kesabaran dan kehati-hatian, disamping perlu menguasai bentuk alat-alat ukir maupun segi pengelolaan. Gorga bisa dibuat dengan teknik ukir yang menggunakan pisau tajam, dengan alat pemukul dari kayu, ada juga yang dilukis dengan menggunakan bahan yang diolah sendiri dari batu-batuan, arang, getah pohon, dan sebagainya. Sungguh seni yang bernilai tinggi.

Ada juga produk kerajinan yang juga memiliki nilai seni yang tinggi, info selengkapnya klik disini …..

Info Gobatak Lainnya:

Mangula di Huta
Ayo Mengenal Buah Biwa
Gadis Cilik Boru Batak Menerima Piagam 5 Besar Dalam Perlombaan Seni Melukis di Derbyshire County, ...
Hewan Kerbau pada Etnis Batak
Pembukaan PDT 2012 Ribuan Pengunjung Lewati Parapat Menuju Samosir
Video (Full): Drama Ritual Batak Toba Mangalahat Horbo Bius

Terima Kasih atas komentar anda tentang info diatas, kami akan tanggapi segera. Horas

comments

Powered by Facebook Comments

  • Yuswono Hadi

    karya seni emang nggak bisa dipisahin dari kehidupan sehari-hari bahkan juga bisa mengandung nilai magis. Seperti Ukiran Palembang yang nggak bisa dipisahin dengan mata pencaharian penduduk palembang

  • Rajahutasilalahi

    kayu Ingul dalam bahasa batak nya juga sama hampir sama,Hau Ingol

Yetty Novel

Banner Promo


Archives

Recently Commented

  • krisman: mau nanya dong, bapak ku marga saragih, mamaku marga sihotang, sedangkan bapa perempuannya mrga manulang,...
  • mangekem mamang: saya ingin bertanya, kalo marga panjaitan( laki2 ) menikahi boru marpaung , boleh kah? mauliate.
  • Lesteria Karien Malau: Ohhh my good
  • adi guspri: Bskh 2 bersaudara laki2 batak toba menikah dalam 1 thn???
  • Angka Dewa: . . Selamat Datang di SITUS resmi dewa togel Izinkan kami membantu anda semua. dengan Angka ritual Kami.....
website toko murah

Recent Activity