Rambut Gimbal: Batak dan Dieng

1

Rambut gimbal identik dengan music reggae, yang dipopulerkan ole Bob Marley pada era 70-an. Namun, memiliki rambut gimbal yang dimaksud dalam artikel ini jauh dari sekedar trend hair style. Di Indonesia, rambut gimbal alami ini menjadi sebuah cirri pada 2 komunitas masyarakat, yaitu Batak dan Jawa yang diam di daerah Dieng.

Menurut versi masyarakat Dieng, setiap anak yang memiliki rambut gimbal ini merupakan titisan dari Ratu Laut Kidul. Disebutkan pula, ruwatan harus dilaksanakan untuk memenuhi permintaan sang anak yang berambut gimbal. Memiliki rambut gimbal tentulah akan menjadi suatu kendala dalam hidup sehari-hari seorang anak, misalkan saja, kesulitan dalam merapikan rambut.

Orangtua pasti sangat ingin rambut gimbal anaknya itu segera dipotong secepatnya karena bila terus dibiarkan, keluarga sang anak akan tertimpa musibah. Namun, keinginan itu tidak bisa dipaksakan, karena rambut gimbal yang katanya akan dikembalikan kepada Ratu Kidul itu hanya akan bisa dipotong bila sang anak telah memintanya.

Ditambah pula, dalam acara ruwatan, keluarga harus memenuhi setiap permintaan sang anak. Maka, butuh persiapan yang benar-benar matang untuk membawa sang anak kepada ritual ruwatan.

Menurut versi Batak, orang dengan rambut gimbal ini memiliki kekuatan magis supranatural yang tersimpan dan terkunci di dalam rambut gimbal tersebut. Konon katanya, rambut gimbal akan mengunci kekuatan supranatural dan mental-spiritual sehingga akan tetap bertahan di dalam tubuh. Rambut gimbal ini sering juga disebut sebagai rambut pusuk buhit.

Salah satu persamaan yang ada diantara kepercayaan dan tradisi Batak dan masyarakat Dieng adalah, rambut gimbal itu tidak akan bisa dipotong tanpa keinginan sendiri pemilik rambut gimbal tersebut.

Entah karena ini suatu tradisi mistis, ataukah dikarenakan adanya mitos yang menyatakan bahwa Ratu Laut Kidul itu konon adalah Si Boru Biding Laut, yang berasal dari tanah Batak dan merupakan cucu dari Si Raja Batak, hingga terdapat kesamaan setidaknya 1 sisi dalam hal ini, tidak ada yang bisa menebak.

Namun yang pasti, keberadaan mitos rambut gimbal serta syarat-syarat yang harus dipenuhi tampak jelas dan berkembang hingga kini di tengah kedua komunitas masyarakat ini.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.