Pesta Orang Batak Di Tonbridge Wells England

5
Pesta Halak Batak Di Tonbridge Wells England 01

Buat masyarakat orang Batak (halak hita) yang tinggal di perantauan, Eropa terutama Inggris, bersosialiasi (pesta Batak) orang Batak boleh dikatakan sangat jarang sekali. Berhubung jumlah orang Batak yang relatif kecil juga lokasi tempat tiggal sangat berjauhan antara yang satu dengan yang lain. Walaupun begitu kalau pun ada seseorang yang mempunyai hajat/ pesta semua masyarakat orang Batak sangat entusiastik dan hampir seluruh nya kalau bisa akan datang untuk menghadirinya.

Tidak seperti di Huta atau bonapasogit pesta orang Batak boleh di katakan pasti ada setiap hari, baik itu pesta perkawinan, mangadati maupun pesta kemalangan. Sebagai ciri khas orang hita Batak yang suka bersosialisasi  baik dengan keluarga maupun dengan teman.

Seperti sabtu kemarin 17 september 2011 salah seorang anggota orang Batak (halak hita) yang bertempat tinggal di Tonbridge wells, Ito Regina Samosir mengadakan pesta ulang tahunnya yang ke-30, ini salah satu kesempatan buat masyarakat halak hita Batak untuk berkumpul bersama atau berinteraksi dinegri perantauan ini. Halak hita batak yang ada di Inggris pada umum nya tersebar di seluruh Inggris Raya, seperti Ully sembiring yang bertempat tinggal di Kent, Dina boru Harianja yang tinggal di Bristol, Ito Lasma boru Simanjuntak yang tinggal di South Hampton dan beberapa teman halak hita yang tersebar di London dan sekitarnya, bahkan ada yang di Skotlandia .

Menyempatkan event ini sebagai ajang untuk bertemu dan bersosialisasi dengan teman-teman sesama orang Batak disana. Di pesta ini mereka bekerja bergotong royong  bersama menyediakan/ memasak  makanan khas batak dan indonesia lain nya seperti yang biasa dilakukan orang Batak di bonapasogit. Selain kita dapat bersosialisasi dengan teman-teman Batak  juga dapat berdiskusi dan saling membantu diantara sesama, juga dapat melepaskan kerinduan akan kampung halaman. Semua bekerja tanpa pamrih untuk mensukseskan pesta tersebut yang mana selain mereka dapat bercerita segala suka dukanya selama di sini juga mereka dapat mendemonstrasikan kebolehan mereka untuk memasak khas masakan Batak yang jarang ada di menu kita selama ini.

Pesta ini juga di hadiri cukup banyak oleh orang Inggris, mereka sangat menyukai hidangan khas batak yang di sajikan seperti ikan naditombur, saksang, rendang sapi, ikan mas arsik, gado-gado, sate ayam dan beberapa hidangan penutup lainnya. Semua undangan penduduk setempat atau Bulenya sangat menyukai hidangan malam itu, bahkan saya sempat perhatikan salah seorang undangan orang asli Inggris yang sampai tambah saksang lima kali, walau rasa nya yang pedas dan tangy dikarenakan bumbu andaliman yang khas tersebut.

Malam itu juga di putarkan beberapa musik batak yang mana para undangan semua ber joget/manortor dengan sangat gembira. Dengan lagu terakhir “Pulo Samosir” yang di nyanyikan bersama mengakhiri acara pesta batak malam itu.

Horas, horas, horas tu sude halak hita manang na didia pe maringanan.

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.