Mari Bantu Penderita Bibir Sumbing Di Tanah Batak

1

Kasih akan memulihkan setiap luka, tak peduli sedalam apa pun luka itu, atau sejauh apapun jurang yang memisahkan itu membentang. Tak peduli separah apapun, hati yang berbagi dan penuh kasih akan mengalirkan cinta tanpa henti.

Banyak orang yang terlahir tak seberuntung kita yang terlahir normal. Di antara kita, tak jarang kita temui orang yang menderita kelainan pada bibir, atau yang lebih dikenal dengan bibir sumbing. Bisa dibayangkan, begitu besar tantangan yang dihadapkan pada mereka, terutama pada anak-anak usia balita, yang jelas-jelas masih harus menanggung lebih banyak persoalan lagi di depannya. Karena itu, maka Yayasan the Children of Sumatera, bergerak dalam membagi kasih, dengan menjadikan anak-anak penderita bibir sumbing menjadi sasaran utama. Aksi sosial ini lebih berpihak pada keluarga yang tidak/ kurang mampu.

Aksi tahun ini bisa dikatakan adalah tindakan lanjutan dari apa yang telah dilakukan tahun lalu. Tahun ini, operasi akan diadakan untuk menyempurnakan hasil tahun lalu. Tahun ini, operasi secara cuma-cuma ini akan diadakan selain untuk operasi bibir bagi penderita yang mengikuti kegiatan ini untuk pertama kalinya, akan diadakan pula penutupan langit-langit mulut bagi peserta yang telah mengikuti operasi bibir tahun lalu.

Kegiatan sosial yang diadakan oleh Yayasan the Children of Sumatera ini, menggandeng dokter spesialis dari Belanda yang akan dibantu oleh tim medis local dalam melakukan operasi. Adapun pendaftaran akan diadakan sejak 1 Oktober yang terbuka semua usia, khususnya balita, dan pendaftaran akan berakhir pada tanggal 20 Oktober 2012.

Butuh perjuangan untuk menghimpun kembali pasien tahun lalu, dan tim yayasan the Children of Sumatera dan Gobatak telah mencoba untuk mencari dan mengajak peserta Operasi Bibir Sumbing tahun 2011 untuk mengikuti operasi penutupan langit-langit mulut. Tim yayasan the Children of Sumatera dan Gobatak telah mengadakan perjalanan ke daerah Tanah Jawa, Raya dan Tiga Dolok pada tanggal 19-20 September kemarin.

Menurut Ali, salah seorang panitia dari yayasan tersebut mengatakan lebih kurang 90 orang penderita bibir sumbing mengikuti program ini. Ali juga menambahkan bahwa penderita tidak hanya berasal dari daerah Simalungun, mereka sebagian berasal dari Aceh, Dolok Sanggul, Langkat, Karo dan Medan. Kami sangat membutuhkan partisipasi dari Saudara-Saudari dalam memperpanjang uluran kasih dalam menghimpun dan membantu anak-anak yang membutuhkan bantuan, mengingat Gobatak sendiri pasti akan menemukan banyak hambatan dalam hal ini.

Bagi para pembaca yang tergerak hatinya untuk membantu menyumbangkan dana meringankan biaya operasi mereka dan mengetahui ada anak yang membutuhkan operasi ini, bisa menghubungi pihak Gobatak. Di bawah ini, anak-anak yang telah mengikuti operasi bibir tahun lalu: Yosefa Agustina Siburian, Lasmauli Sitinjak, Destira Tampubolon, Joi Situngkir, Nadi Borokah, Wendy Nainggolan, Apriansyah.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.