Cerpen: Kutunggu Kau di Sidikalang

25

Ketua RW dan Pak RT setempat, mendatangi rumah kontrakan mereka,bersama tiga orang berbadan tegap,berpangkas cepak,mengenakan baju safari,mengaku anggota TNI AD,dari salah satu kesatuan di Bandung.

“Siapa yang suruh bapak bapak? Ada urusan apa kami dengan tentara?”kata Renita kepada ketiga anggota TNI berbadan tegap-tegap itu dengan sengit,ternyata feeling dan naluri Renita memang tak meleset,urusan dengan aparat TNI,berarti tak lain,hubungan-nya dengan abangnya di Pondok Labu itu.

Kala itu suasana serasa mencekam dan gaduh,Renita sempat histeris dan menangis dirumah,jogi juga tampak ketakutan,wajahnya pucat pasi,yang terbayang dibenaknya adalah segera dibawa kehadapan lae-nya,yang kala itu ia gambarkan sebagai tentara bengis itu.ia akan segera disidang,atau bahkan lebih parah,ia akan dipenjarakan.!
Suasana kian ramai,para tetangga sekitar berdatangan.

Pak RW dan pak RT,berusaha menenangkan serta memberikan penjelasan kepada Renita,tentang ikhwal dan maksud kedatangan ketiga orang tentara itu,demikian juga kepada Jogi.
kemudian.
Setelah melalui negosiasi yang alot,ahirnya sore itu mereka berdua bersedia dibawa oleh ketiga anggota TNI itu.yang tak lain kerumah abang nya Renita di Pondok Labu.

Tak ada lagi pilihan,selain pasrah sepanjang jalan mereka berdoa,sejak masuk pintu tol dari Bandung,perjalanan selama hampir dua jam lebih menyusuri ruas tol yang sangat panjang dan jauh itu.suasana didalam mobil jenis Toyota SUV bergardan ganda itu begitu hening,sepanjang jalan,jogi memegang tangan Renita,seakan saling menguatkan,sesekali wajah tentara yang menjemput mereka berdua melempàr senyum kepada Renita.
Hingga ahirnya mereka tiba di Pondok Labu,Jakarta.dirumah abang Renita.

Seriba disana,ternyata kedua orang tua Renita sudah menunggu,bersama kakak perempuan satu satunya Renita,yang selama ini tinggal di Surabaya,yaitu Kak Ria,serta satu lagi abang Renita yang tinggal di Halim Perdanakusuma,Jakarta Timur,yaitu Roby Marthinus,beserta keluarga abangnya yang kolonel itu.
Renita tampak kikuk dan canggung saat melangkah-kan kakinya menuju pintu rumah itu,jogi berusahà menarik tanganya istrinya itu,walau sebenarnya saat itu dilanda rasa ketakutan yang berkecamuk

Namun belum juga langkah kaki sampai didepan pintu,kak Ria langsung berlari menyongsong Renita dan langsung memeluknya,kak Ria menangis,sambil menciumi wajah adik”siampudan”mereka itu.mereka berdua menangis sejadi jadinya dan saling melepas rindu.

Jogi tampak berdiri tegang,diam dan membisu,mulutnya tertutup rapat,kepalanya tertunduk,ia belum tau apa yang bakal terjadi kepadanya,ia menggambarkan situasi saat itu,antara ketakutan dan sedikit kelegan,semua campur aduk,namun disatu sisi,ia juga merasa bak berada dalam ruangan instalasi khusus,yang sebentar lagi akan di eksekusi oleh para algojo-algojo bengis,yang sudah siap didepan-nya.

Kemudian satu persatu memeluk Renita,bahkan Ibu dan bapak-nya Renita juga terlihat menangis haru sambil memeluk Renita.

“darimana aja nya kau selama ini inang,kenapa harus begini?..huu,,,,huu,,huu,,..”

Kata ibu nya,sambil memeluk tubuh Renita dengan suara tercekat dan sesenggukan.
Suasananya terasa mengharu biru,abang nya si Kolonel itu terlihat hanya diam membisu,suasana sedikit agak mencair,saat Bapak nya Renita,yang tak lain adalah mertua nya Jogi itu menyuruhnya duduk dikursi sofa.

Singkat cerita

Ahirnya satu bulan sesudah itu.pembicaraan adat pun direncakan,dan kedua belah saling berembuk di jakarta,setelah melewati proses yang amat panjang dan alot,bahkan tarik ulur,mengenai kesepakatan besaran sinamot yang harus dibayarkan oleh pihak par anak.(pihak keluarga Jogi dari siantar)
Acara pesta adat Mangadati pun dilangsungkan disebuah gedung di daerah Jakarta Timur.

Dan sejak itu,Jogi resmi diterima oleh pihak keluarga Renita sebagai Hela atau menantu,dan Jogi resmi menyandang Ulos hela,pemberian dari kedua mertua nya itu.**

25 COMMENTS

  1. Kisah yang mengharukan.
    Tarilu-ilu au manjaha.
    Keluarga Bang Jogi dan Kak Renita pasti Bahagia dan Diberkati.

  2. Kisah yang sangat mengharukan.
    Sampe tarilu-ilu au manjaha.
    Keluarga Bang Jogi dan Kak Renita pasti Bahagia dan Diberkati.

  3. Comment:cerita yang bagus,
    Memang cinta butuh pengorbanan!
    baca kisah ini gak krasa air mata keluar

  4. Alur ceritanya bagus…mengisahkan cinta sejati/power of love/holong situtu….kekuatan para peran juga sudah terlihat…tetapi cerita ditengah jalan sepertinya keliru,pada umumnya kalau jodoh yang ada hubungannya dengan pariban biasanya si laki-laki /anak namboru yang berjibaku untuk mendapatkan boru ni tulangnya.Tapi pada cerita diatas malah orang tua dan lae itu yang memaksa borunya supaya jadi sama berenya,coba di koreksi lagi….HORAS

  5. @Herbert Simatupang : Sepertinya begitu karena biasanya pihak pria yang mengejar paribannya, bukan sebaliknya. Btw cerita ini memberikan inspirasi bagi pasangan yang betul2 memaknai cinta sebenarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.