Cerpen: Kutunggu Kau di Sidikalang

25

Sebelum aku dibawa ke Gereja,sebelum kau terlambat,dan sebelum aku dihadapkan pada satu kenyataan pahit yang menjadi penyesalanku seumur hidup.

kumohon,datanglah kau secepatnya,bawalah aku pergi dari sana,sejauh mungkin bersamamu,ini kesempatan dan perjuangan terahir kita abang, dan ini lah sisa-sisa kekuatanku yang sengaja kusimpan untukmu,biarkan aku meraih kebahagiaanku sendiri bersamamu.aku ingin hidup dan mati bersamamu sampai maut memisahkan kita nantinya.kuharap abang segera menemuiku begitu membaca semua isi pesan ini.tak perlu bersedih,bahkan menangis dulu,simpan dulu air mata mu,karena kenyataan yang kau dapati nanti disini, bisa saja jauh lebih menguras air mata mu.

dan satulagi abang,masih ingat lemari pakaian yang dikost anku itu kan?disana dibawah baju dinas yang sering aku pakai lihatlah dibawah lipatan baju itu,disana masih ada sisa uang yang sengaja kusisipkan,meski tak seberapa,ambil dan pakailah uang itu untuk menambah keperluanmu ke Medan,segeralah kesana dan setelah itu secepatnya susul aku ke Sidikalang sesuai dengan alamat yang kuberikan diatas,sesuai dengan rute naik mobil menuju alamat itu.kabari aku secepatnya setiba di Medan dan setelah sampai di Sidikalang

Kutunggu kau di Sidikalang.!!

Semoga Tuhan menyertai perjalanan mu abang.
Dariku yang mencintaimu

Renita Florenscia.S.

 

???????

 

Pesan singkat ini dikirimkan Renita melalu Blackberry Masenger,dan dikirim dengan jumlah yang banyak secara bersambung,kalimat dan kata-kata ditulis secara singkatan,aku dan Jogi,berusaha,menterjemahkan sendiri rangkaian kata dan kalimat yang ditulis dengan cara disingkat-singkat itu.

Mataku berkaca-kaca saat membaca semua isi BBM yang sangat panjang ini,semua dituliskan penuh dengan kejujuran dan ditengah keputus asaan Renita,aku tak bisa bayangkan bagaimana remuk redamnya perasaan jogi saat membaca isi pesan dari Renita itu,aku juga tak bisa bayangkan situasi yang tengah dirasakan Renita disana.

“Bagaimana menurutmu?”kata Jogi lirih..

“Segeralah kau susul,kejarlah cintamu jangankan ke Sidikalang,bahkan ke ujung langit sekalipun.!!,tunjukkan pada Renita,bahkan kepada keluarganya,bahwa kau memang tak main-main,tunjukkan bahwa kau laki-laki yang punya prinsip tak mudah menyerah,perjuangkan cintamu,itu baru namanya Gentelemen..!!”

kataku kepada Jogi sambil menepuk pundaknya,memberi semangat dan dukungan.jogi hanya menundukkan kepala seakan berusaha berpikir keras menemukan jalan terbaik ditengah kondisi yang sangat pelik itu.

“baiklah…aku putuskan untuk segera Menyusulnya ke Sidikalang.”

Kesokan harinya,Jogi berangkat menuju Bandara Soehatta dengan menumpangi Bus Damri dan sebelumnya dia terlebih dahulu mampir ke Kost Renita di bilangan Slipi,Jakarta Barat,untuk mengambil titipan yang dipesankan oleh Renita.

“Jangan lupa,kabari kepadaku perkembangan berikutnya dari Sidikalang”

pesanku kepada jogi ketika hendak berangkat pagi itu.

Kabar terahir dari jogi ia mengatakan sudah tiba di Medan,sekitar pukul 5 sore,untuk kemudian menginap dirumah salah satu kawannya didaerah simpang limun Medan,dan kesok paginya segera menuju Sidikalang,menjemput Renita.

dan sepanjang jalan pula,kucoba selalu memberi semangat,sekaligus teknis cara membawa Renita lari bersamanya.

Kesokan harinya,ponsel Jogi sama sekali tak merespon,sms tak dibalas,kucoba menghubungi nomornya.namun tidak aktif,praktis,sejak saat itu,aku kehilangan kontak dengan Jogi.komunikasi kami terputus total.aku sempat kawatir dan meragukan keberhasilan rencana nya,namun rasa kekawatiranku segera sirna,mengingat jogi bukan type laki-laki”anak kemarin”yang merantau di jakarta,dia tau betul apa terbaik buat dirinya,begitu juga segala resiko,esensi dan dampak dari semua atas tindakan yang dia lakukan.aku tau betul,Jogi adalah type pria yang sangat memegang prinsip dalam hidup.

Aku berharap semoga Jogi berhasil membawa Renita dari Sidikalang,dan cinta mereka kembali dipersatukan oleh satu ikatan janji.dan kelak membina rumah tangga,tentu atas restu kedua orang tua Renita.

25 COMMENTS

  1. Kisah yang mengharukan.
    Tarilu-ilu au manjaha.
    Keluarga Bang Jogi dan Kak Renita pasti Bahagia dan Diberkati.

  2. Kisah yang sangat mengharukan.
    Sampe tarilu-ilu au manjaha.
    Keluarga Bang Jogi dan Kak Renita pasti Bahagia dan Diberkati.

  3. Comment:cerita yang bagus,
    Memang cinta butuh pengorbanan!
    baca kisah ini gak krasa air mata keluar

  4. Alur ceritanya bagus…mengisahkan cinta sejati/power of love/holong situtu….kekuatan para peran juga sudah terlihat…tetapi cerita ditengah jalan sepertinya keliru,pada umumnya kalau jodoh yang ada hubungannya dengan pariban biasanya si laki-laki /anak namboru yang berjibaku untuk mendapatkan boru ni tulangnya.Tapi pada cerita diatas malah orang tua dan lae itu yang memaksa borunya supaya jadi sama berenya,coba di koreksi lagi….HORAS

  5. @Herbert Simatupang : Sepertinya begitu karena biasanya pihak pria yang mengejar paribannya, bukan sebaliknya. Btw cerita ini memberikan inspirasi bagi pasangan yang betul2 memaknai cinta sebenarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.