Jumpang Anak ni Raja, Gayus H. Tambunan

3
Gayus H. Tambunan, Tety Rosalin Hutapea

Gayus Halomoan Partahanan Tambunan atau hanya Gayus Tambunan (lahir di Jakarta9 Mei 1979; umur 32 tahun) adalah mantan pegawai negeri sipil di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Indonesia. Namanya menjadi terkenal ketika Komjen Susno Duadji menyebutkan bahwa Gayus mempunyai uang Rp 25 miliar di rekeningnya plus uang asing senilai 60 miliar dan perhiasan senilai 14 miliar di brankas bank atas nama istrinya dan itu semua dicurigai sebagai harta haram. Dalam perkembangan selanjutnya Gayus sempat melarikan diri ke Singapura beserta anak istrinya sebelum dijemput kembali oleh Satgas Mafia Hukum di Singapura. Kasus Gayus mencoreng reformasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang sudah digulirkan Sri Mulyani dan menghancurkan citra aparat perpajakan Indonesia.

Gayus besar dan lahir di Warakas, Jakarta Utara. Dia anak kedua dari 5 bersaudara, putra dari Amir Syarifuddin Tambunan. Gayus menikah dengan Milana Anggraeni dan mempunyai beberapa orang anak. Milana sendiri diduga ikut menerima aliran dana dari rekening Gayus Tambunan sebesar Rp 3,6 miliar. Diketahui ada transfer dana ke rekening Milana dalam lima kali transfer, antara 4 Desember 2009 hingga 11 Januari 2010

Yetty Aritonang, Tety Hutapea, Gayus Tambunan

 

Setelah lulus dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 2000, Gayus ditempatkan di Balikpapan. Beberapa tahun kemudian Gayus yang diangkat menjadi PNS golongan IIIA di Bagian Penelaah Keberatan pada Seksi Banding dan Gugatan Wilayah Jakarta II Ditjen Pajak. Gayus terus berkarier di Direktorat Jenderal Pajak sampai diberhentikan karena tersandung kasus mafia kasus Pajak pada tahun 2010.

Sosok Gayus Tambunan yang kontroversial memberikan inspirasi bagi banyak orang. Tak hanya bermacam-macam versi rupa Gayus yang beredar di dunia maya, kisah Gayus memberi inspirasi lagu yang menceritakan sepak terjangnya.

Lagu berjudul “Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” ini diciptakan oleh mantan napi Bona Paputungan. Bona agaknya iri melihat kehidupan Gayus yang bisa bebas plesir ke Bali, hingga ke luar negeri ini. Berbeda dengan dirinya pada saat ditahan di Lapas Gorontalo ini yang harus pasrah tidak bisa berbuat banyak.

Lagu yang berjudul ‘Andai aku Gayus Tambunan’ tersebut di posting di situs Youtube pada Jumat, 14 Januari berdurasi 4 menit 47 detik. Lagu ini telah dilihat kurang lebih 504,997 orang dan sangat mungkin bertambah.

Pada tanggal 19 Januari 2011, Gayus Tambunan telah dinyatakan bersalah atas kasus korupsi dan suap mafia pajak oleh Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Selatan dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp. 300 juta

Semua kan Berakhir” Lagu Ciptaan Gayus Tambunan. Terkesan aneh atau lucu saat melihat info mengenai lagu ciptaan Gayus H Tambunan. Ya, setelah beberapa waktu lalu saat masih hangat hangat nya kasus Gayus Tambunan, ada juga sebuah lagu yang mungkin ‘menyindir’ terhadap kasus Gayus Tambunan tersebut dengan judul Andai Aku Gayus Tambunan. Namun, sekarang saat sang terpidana kasus mafia pajak sudah tetangkap, Gayus Tambunan menuliskan perasaannya pada sebuah lirik lagu berjudul ‘Semua Kan Berakhir‘ untuk istrinya.

Mantan pegawai Ditjen Pajak, Gayus Tambunan tersebut menuliskan lagu Semua Kan Berakhir berawal dari curahan hati sang istri, lalu dituliskan dalam sebuah lirik lagu ‘Semua Kan Berakhir“. Kini Lagu tersebut sudah dibuatkan dan di nyanyikan oleh Artist nasional Tety Rosalin Hutapea, dibawah ini syair dari lagu tersebut :

 

SEMUA KAN BERAKHIR

Biarpun semua bilang
Dialah sang mafia
Tapi aku tetap bangga
Karena dia suamiku uuuuh ……ooooh

Biarpun semua bilang
Dialah sang penjahat
Tapi aku tetap sayang
Karena dia ayah anak-anakku uuuuhhhh…

Reff: Oh Tuhan ku tak sanggup
Menghadapi kenyataan yang terjadi
Namun aku yakin pasti semuanya akan berakhir

Tak seperti omongan orang
Betapa ku sayang padanya
Sungguh besar tanggung jawabnya
Pada istri dan anak-anaknya haaaaa ….haaaaa

Biarpun semua bilang
Dialah narapidana
Tapi aku tetap setia
Karena aku adalah tulang rusuknya

Takkan aku pernah berubah, takkan aku pernah berubah….

Sabarkanlah hatinya Tuhan
Kuatkanlah hatinya Tuhan
Kehilafan yang dia lakukan
Ampunilah dirinya Tuhan
Kami selalu menantinya
Agar dapat kembali bersama

 

Saya bersama Tety Rosalin Hutapea dan ibunya Maida boru Silalahi, mengunjungi Ito Gayus Tambunan di penjara Cipinang Jakarta, pada hari Selasa, 5 Juli 2011 berbincang-bincang selama kurang lebih 3 jam secara kekeluargaan.

Ito Gayus tidak bisa berbahasa Batak, “ya sama aku juga tidak bisa bahasa Batak, aku baru belajar bahasa Batak selama 3-4 tahun terahir ini bersama situs radio Gobatak” sambutku sambil tertawa. Dan saya undang Ito Gayus kalau tertarik mendengar atau ingin mengenal budayanya sendiri budaya batak bisa buka situs www.gobatak.com, karena lagu2 yang dikarang Ito Gayus dinyanyikan oleh Tety Rosalin Hutapea telah diputar di radio Gobatak lanjutku. Ito Gayus tampaknya tertarik juga.

Ito Gayus adalah seorang Bapak rumah tangga yang sangat mencintai keluarga sangat menyayangi anak-anaknya, saya sangat terharu, Ito Gayus mengatakan ingin membeli dorongan bayi untuk bayi kembar, dimana istrinya sedang hamil kembar umur 6 bulan, dorongan tempat bayi ini ingin diberikan sebagai hadiah surprise dari seorang ayah yang berada di dalam tahanan kepada istrinya tercinta.

Istrinya yang tetap setia setiap sore berkunjung ke tahanan membawa semua anak-anaknya dan bermain sepanjang sore bersama ayah tercinta di tahanan.

 

Moral

Kita penduduk didunia ini hampir 7 milliard dengan berbagai makalah positif dan negatif dengan kekurangan dan kelebihannya. Hal luar biasa yang dilakukan oleh Ito/Lae/Ampara kita adalah hal yang sangat tidak mudah dan tidak dapat dilakukan oleh semua orang, hanya tetap apapun yang kita lakukan di dunia ini baik positif atau negatif pasti akan ada imbal baliknya baik dibumi ini atau di alam lainnya.

Biasakanlah menilai terlebih dahulu diri kita sendiri sampai dimana kemampuan kita untuk menjunjung langit dimana kita berpijak sebelum menilai seseorang yang tidak kita kenal!

Hidup kita ini berputar seperti bumi atau roda yang berputar, ada masa diatas dan dibawah dan tidak ada yang abadi kita semua hanya titipan sementara di bumi yang kita pijak ini!.

Inilah sedikit bingkisan dari saya telah bertemu dengan seorang Anak ni Raja i yang telah menggemparkan Negara kita di era ke 21 ini.

Horas, bangso Batak sai tongtong di Ramoti Debata ma hita sasude na!!

SOYTPA


3 COMMENTS

  1. Gayus tambunan ternyata masih muda yaaa, ada pepatah bilang ”Dibalik kesuksan dan kejatuhan seorang pria adalah seorang wanita.” Kita manusia, kadang tidak bisa mengontrol diri untuk berbuat salah makanya kita butuh pendamping atau teman supaya ada yang selalu mengingatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.