Gadis Kecil Boru Batak Dari Inggris Jatuh Cinta Pada Tanah Bonapasogit

1

Setelah puas menikmati keindahan alam Danau Toba kemudian kami melanjutkan perjalanan ke kota Balige. Di kota ini kami singgah untuk menikmati makanan khas Batak, walaupun Isabella tidak menyukai makanan yang pedas tapi dia dapat menghabiskan dua piring babi panggang. Dari sini kami juga singgah ke Soposurung mengunjungi Makam Pahlawan si Raja Batak Sisingamangaraja ke XII. Isabella sempat bertanya dalam bahasa Inggris ‘Dad ‘Is there a King of Batak? I though only inEngland?‘ Lalu saya terangkan kepada dia dari zaman dulu hingga sekarang orang Batak itu adalah keturunan Raja. Dia pun tertawa kecil dan berkata, nanti setelah kita pulang ke Inggris saya akan bilang kepada teman-teman saya bahwa saya gadis keturunan Raja atau bangsawan. Dan saya pun tersenyum simpul melihat boru Batak kecil yang selain pintar meniup klarenet dan senang menunggang kuda ini.

Dari Balige kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pangaribuan sebelumnya kami sempat singgah Sipahutar. Desa yang masih asri dengan kebun nenas yang terhampar luas dimana-mana. Nenas Sipahutar terkenal dengan rasa manisnya bagaikan gula dan kuenya yang empuk ‘ombus-ombus’. Juga di desa ini terdapat Gereja HKBP yang mempunyai menara kembar, begitu unik mungkin gereja ini satu-satunya di Tapanuli yang mempunyai dua menara.

Selama dalam perjalanan Isabella sangat terkagum kagum akan keindahan alam Tanah batak, dengan jalan nya yang berkelok-kelok dan persawahan yang menghijau juga pemandangan bukit barisan nun jauh disana. Setelah dari Sipahutar kami pun melanjutkan perjalalan ke Pangaribuan. Pangaribuan Kota Kecamatan yang terletak di sebelah Selatan Tapanuli Utara sekitar 150 km dari kota Siborong-borong Dengan letak geograpisnya yang di dataran tinggi sekitar 2000 meter diatas permukaan laut. Daerah ini sangat sejuk buat pendatang dari Eropah tapi untuk penduduk lokal sangat dingin dengan temperatur cuaca berkisar 25-27c di siang hari dan sekitar 15-17c dimalam hari. Pangaribuan kota yang sangat penting ketika zaman penjajahan Belanda. Pada agresi militer Belanda ke II Desember 1948, banyak para pekerja Administrasi dari kota Tarutung mengungsi ke Pangaribuan. Selain daerah ini sangat terpencil juga sangat terlindungi dikelilingi oleh hutan-hutan berbukit.

1 COMMENT

  1. NDH :
    KONTAK RADIO GOBATAK

    1.Horas
    1.1.Pada Pak James Pakpahan
    1.2.Dan pada Putri 11 Th Isabella Br Pakpahan
    1.3.Lahir di Inggeris 11 Th lalu di Kota Stockport (Catatan 5 9 2014)
    1.4.Di Radio TV GoBatak saya chatting dengan Pak James Pakpahan
    1.5.Saya dari Hamburg beliau dari Inggeris

    2.Bonapasogit Batak
    2.1.Isabella bersama Ayahnya Nopember 2013 ke Bonapasogit Batak
    2.1.1.Di Sipahutar, Pangaribuan, mengunjungi Samosir
    2.1.2.Bakat Seni Lukis Isabella sangat tinggi, sudah dimedali di Inggeris
    2.1.3.Tatkala di Samosir Isabella meluikis daerah panoramanya.
    2.1.4.Sangat mengagumkan Isabella bertemu di Pangaribuan
    2.1.5.Dengan Kakak Putri Tua Kakek, Oppungnya, Umur 85 Th.
    2.1.6.Dan Isabella akan memberitahu Kawan-2nya Ia adalah
    2.1.6.Turunan Raja (Batak), ia Bangsawan seperti dikenal di Inggeris
    2.1.7.Setelah dicerah Ayahnya James Pakpahan.

    3.Saya usul Proyek Bonapasogit “HUTA” didirikan didukung Generasi
    3.1.Gerakan Wisata Bonapasogit agar satukan.
    3.2.Dari NDH Turut Pencerah GP Generasi Penerus.
    3.3.Hamburg, 5 9 2014.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.