Friday, July 21, 2017
Home Community

0

Pada acara pembabtisan Nia boru Turnip putri dari keluarga. Saur Humisar Kennorton Turnip dan Karis Ellen di Gereja Saffron Walden Baptist Church,Cambridgeshire, UK pada tgl.30 Agustus 2015 berlangsung dengan meriah dan sederhana Mr Ken Turnip yang berasal dari Pulau Samosir desa Simanindo ,Sumatra-Utara ,Indonesia yang telah menikahi Karis Ellen warga negara Inggris beberapa tahun yang lalu dan sekarang menetap di desa Ashdon sekitar 15 km dari kota Cambridge.

(Sebuah Cerpen,diangkat dari kisah nyata) “Kampung ini jadi terasa asing bagiku bang,semakin lama semakin aku tak meridukanya,kampung ini juga seperti tak menyambutku,terasa dingin dan kaku….”

Katanya padaku suatu ketika dalam obrolan singkat kami didepan sebuah rumah panggung,rumah usang berdinding papan,yang sudah lapuk,kusam dan reyot.
Aku menarik nafas dalam-dalam dan berusaha memahami maksud ucapannya.
Sorot matanya menatap nanar,ke arah rumah berpanggung,yang bagian belakangnya hanya menyisakan tiang-tiang kayu penyangga,yang kian reyot dan rapuh.

Jumat 27 Maret 20015 pada acara pemakaman Nyonya Margaret Johnson (Ompung boru James Pakpahan) di Gereja St Thomas Church, Mellor, England yang di pimpin oleh Rev’d Alex Sanders, terlihat begitu unik. Pendeta Alex memakai Ulos Batak di atas jubah kebesarannya. Ulos tersebut pemberian oleh saya lebih kurang dua tahun yang lalu di acara pemakaman DR RH Johnson (Ompung Doli James Pakpahan).

1

Chapel-en-le-frith 12th  March 2015, England. 

Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga, Margareth Johnson (Grand Mother /Ompung Boru James Hatorangan Pakpahan ) dari keluarga ibunya tanggal  10 March 2015  di Rumah Sakit Stepping Hill Hospital,Stockport ,UK . Jenazah akan di semayamkan di Gereja ST. Thomas ‘ Church Mellor , Cheshire UK .  James Pakpahan , adalah remaja Batak berdarah Inggris yang pernah mengikuti TOUR VISIT HUTA 2010 bersama Parhobas GOBATAK.com.

1

“Atention please..ladys and gentelemen..,bla,…bla…bla…….”
Sayup-sayup terdengar suara merdu dari salah seorang crew pesawat,yang mengumumkan bahwa sesat lagi pesawat akan mendarat di Bandara Internasional Kualanamu,

23

Kutunggu kau di Sidikalang
[Sebuah Cerpen,diangkat dari kisah nyata]

Jogi Marsillam S.demikian nama panjang nya,pangilan akrabnya Jogi.nama yang terasa pas menurutku untuk dia sandang,tubuhnya yang berpostur tinggi sekitar 1.72cm.dan wajahnya mirip ras Asia Tengah,wajah”Marsuhisuhi” sebagaimana wajah suku batak pada umumnya sama sekali tak terlihat.
Kata”Jogi”dalam bahasa batak arti harafiahnya kira-kira,Tampan,Bagus atau Rupawan.Pria kelahiran Pematang Siantar,merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib dan mencoba peruntungan di kota Metropolitan.
Empat belas tahun sudah,jogi bermukim di Kota Jakarta,pasang surut kehidupan dengan sabar dia jalani,barangkali dia memang tak lagi punya pilihan lain,sama sepertiku.Sudah dua hari ini wajah jogi terlihat murung dan gelisah,entah apa sebenarnya yang mengganggu dan menggelayuti pikirannya ahir-ahir ini.sebagai sahabat yang baik,aku mencoba meraba isi dari kegelisahan hatinya,serta megorek ada apa sebenarnya,dan ahirnya dia pun mulai bercerita kepadaku meski awalnya dia tidak terlalu terbuka,namun lama kelamaan,berbagai pertanyaan yang kuberondong kepadanya ahirnya dia mau terbuka menuturkan kisahnya.

“Kau tau kan,kekasihku Renita”?

“ya,,ada apa dengan Renita?jawabku mulai penasaran

“Tadi malam dia dijemput Tulang itu tiba- tiba dari kontrakan nya,Tulang itu datang langsung dari Medan,di temani abangnya Renita,yang tinggal di Pondok Labu.

“Loh,,kenapa dijemput?ada masalah apa sampai tulang itu datang menjemput Renita ke Jakarta?”

Jogi terlihat diam sejenak,kemudian menarik nafas panjang,tatapan matanya penuh hampa,dan mulai menyulut sebatang rokok putihnya.

“Kau tau kan,Ibu nya Renita itu sangat tidak menyukaiku sejak dia tau kami berpacaran,”

“ya..itu sudah pernah kau ceritakan kepadaku,bahkan Renita juga pernah bercerita tentang hal itu,sewaktu kau menyuruhku menjemputnya sepulang kerja.”

Mulak tu Bonapasogit Jilid II adalah sebutan program yang diprakarsai oleh beberapa pemuda kreatif batak di perantauan di kota Bandung. Para pemuda ini bernama BK ETHNIC. BK ETHNIC adalah sebuah komunitas kreatif pemuda-pemudi Batak yang mengangkat tema-tema kearifan lokal budaya batak yang diaplikasikan melalui produk-produk suvenir seperti kaos, topi dan asesoris lainnya.

Kaos Polos Murah Siantar