Bah Horas Lae – Ketemu Halak Hita di Old Trafford

2

Musim dingin tahun kemaren seperti biasa nya saya dan beberapa teman pergi menonton sepak bola yang sangat populer di Inggris. Apalagi menjelang pertengahan musim kompetisi yang mana pertandingan semakin seru, setiap klub berusaha untuk mendapatkan tambahan points.

Selama ini saya menyukai tim Manchester. United bukan hanya karena mereka sering juara tidak, saya jatuh cinta dengan tim ini sejak pertama kali saya langsung melihat gaya si Eric Cantona di lapangan hijau Old Trafford pada tahun 1995. Sebelum nya beberapa teman saya suka mengajak menonton tim lain seperti Manchester City, Nottingham Forrest, Cystal Palace, Liverpool dll. Bagus sih bagus permainan nya tapi sejak melihat gaya si Eric Cantona secara langsung, seperti gaya Bangga Gultom pemain PSMS yang kesohor dulu saya kira saya langsung jatuh hati dengan tim ini.

Singkat cerita saya dan teman janjian akan menonton ke Stadium secara langsung kali ini, perlu pembaca ketahui sangat sulit untuk mendapatkan tiket untuk pertandingan MU, selain kita harus member untuk menjadi anggota juga harganya cukup mahal. Kebetulan waktu itu ada teman saya yang mempunyai season tickets (sudah di bayar untuk satu musim kompetisi) tidak bisa pergi jadi saya pakelah tiket dia. Pake aji mumpung juga.

Ketemu Halak Hita di Old Trafford

Ayo gabung di fans page Facebook nya gobatak Klik Disini, sambil minum Kopi Luwak Lintong yang asli dari tanah Batak Order Disini

Sore nya saya sudah bersiap-siap lengkap dengan spanduk-spanduk dan kaos kebesaran MU nya dan tidak lupa jaket yang tebal karena cuaca sangat dingin sekali pada waktu itu sekitar minus 5.  Menonton bola lebih kurang dua jam di stadium terbuka dengan suhu udara lebih dingin dari di dalam kulkas 5 dapat pembaca bayangkan?

Perjalanan dari rumah saya ke stadium sekitar 40 menit, singkat cerita kami pun tiba di Old Trafford. Sewaktu saya mau memarkirkan mobil, teman saya membantu saya memberi arahan ke tempat parkir yang sempurna, berhubung cuaca sudah gelap. Tiba-tiba saya dengar “atrek-atrek dikit Lae“. Bah saya sangat terkejut, kok kawan saya (dia orang asli Inggris atau bule) kok bisa bahasa batak? Setelah saya amati sejenak ternyata suara itu muncul dari sebelah kiri mobil saya, saya amati orang tersebut berambut Rasta lho, saya kira dia pasti orang kulit hitam atau orang dari kepulauan karibian, tapi kok dia bilang atrek lae? Akhir nya dia saya sapa hei man are you from Indonesia? and He replied yes!


Wowww saya sangat terkejut dan gembira sekali karena selama ini saya tidak pernah bertemu sama orang dari Indonesia di sini. Akhirnya kami pun berkenalan, ternyata dia “dongan” satu marga saya lagi bersekolah di Sussex College jurusan Pertanian Organik. Kami pun berjalan bersama menuju stadium, ternyata bangku mereka dua ruas di belakang kami. Setelah negoisasi dengan penonton disamping kami, akhirnya dongan baru kami itu dapat duduk bersama dengan kami. Malam itu pertandingan sangat seru dan saya sangat entusiastik memberikan dukungan ke tim saya apa lagi ada dongan halak hita yang nonton bersama langsung dari Old Trafford. Dan akhir nya tim kami pun menang malam itu dengan skor 3-1. Sangat puas perasaan, apalagi bertemu sesama “halak hita” di pangarantoan ini.

Horas, horas, horas ma di hita sude halak Batak na di luat portibion.

 

2 COMMENTS

  1. tabo do cerita i,,
    alai au mandukung tu hita sude halak batak asa unang maila gabe halak batak(khusus na di pangarattoan),,
    karakter kita udah memang keras n tegas..jadi harus kita pertahankan..
    horas!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.