Home Breaking News 5 Perkawinan Yang Dilarang Adat Batak Toba

5 Perkawinan Yang Dilarang Adat Batak Toba

84 85,521 views
Perkawinan terlarang adat batak toba

Perkawinan bagi masyarakat Batak khususnya orang Toba adalah hal yang wajib untuk dilaksanakan, dengan menjalankan sejumlah ritual perkawinan adat Batak. Meski memiliki keunikan dan ragam keistimewaan yang terkandung dalam acara tersebut, upacara perkawinan adat Batak Toba juga terkenal sangat “merepotkan” jika kita bandingkan dengan upacara perkawinan di daerah lainnya di Indonesia.

Dalam perkawaninan adat Batak Toba juga ada aturan-aturan tertentu yang harus ditaati, dan hukumannya sangat tegas yang dianut oleh orang Batak sejak dulu kala. Dibeberapa daerah dan aturan yang berlaku yang dilaksankan oleh penatua masing-masing daerah berbeda-beda, ada yang dibakar hidup-hidup, dipasung, dan buang atau diusi dari kampung serta dicoret dari tatanan silsilah keluarga. Meskipun era saat ini beberapa aturan yang diberlakukan sejak dahulu kala, sebagian orang Batak kini sudah ada melanggarnya.

Berikut ini 5 Larangan dalam Perkawinan Adat Batak Toba yang dirangkum oleh Gobatak:

Perkawinan terlarang adat batak toba

Ilustrasi: Perkawinan terlarang adat batak toba

Namarpandan

Namarpadan/ padan atau ikrar janji yang sudah ditetapkan oleh marga-marga tertentu, dimana antara laki-laki dan perempuan tidak bisa saling menikah yang padan marga. Misalnya marga-marga berikut ini:
1.Hutabarat & Silaban Sitio
2.Manullang & Panjaitan
3.Sinambela & Panjaitan
4.Sibuea & Panjaitan
5.Sitorus & Hutajulu (termasuk Hutahaean, Aruan)
6.Sitorus Pane & Nababan
7.Naibaho & Lumbantoruan
8.Silalahi & Tampubolon
9.Sihotang & Toga Marbun (termasuk Lumbanbatu, Lumbangaol, Banjarnahor)
10.Manalu & Banjarnahor
11.Simanungkalit & Banjarnahor
12.Simamora Debataraja & Manurung
13.Simamora Debataraja & Lumbangaol
14.Nainggolan & Siregar
15.Tampubolon & Sitompul
16. Pangaribuan & Hutapea
17. Purba &  Lumbanbatu
18. Pasaribu & Damanik
19.Sinaga Bonor Suhutnihuta & Situmorang Suhutnihuta
20.Sinaga Bonor Suhutnihuta & Pandeangan Suhutnihuta

Namarito

Namarito (ito), atau bersaudara laki-laki dan perempuan khusunya oleh marga yang dinyatakan sama sangat dilarang untuk saling menikahi. Umpanya seprti parsadaan Parna (kumpulan Parna), sebanyak 66 marga yang terdapat dalam persatuan PARNA. Masih ingat dengan legenda Batak “Tungkot Tunggal Panaluan“? Ya, disana diceritakan tentang pantangan bagi orangtua yang memiliki anak “Linduak” kembar laki-laki dan perempuan. Anak “Linduak” adalah aib bagi orang Batak, dan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kedua anak kembar tersebut dipisahkan dan dirahasiakan tentang kebeadaan mereka, agar tidak terjadi perkawinan saudara kandung sendiri.

Dua Punggu Saparihotan

Dua Punggu Saparihotan artinya adalah tidak diperkenankan melangsungkan perkawinan antara saudara abang atau adik laki-laki marga A dengan saudara kakak atau adik perempuan istri dari marga A tersebut. Artinya kakak beradik laki-laki memiliki istri yang ber-kakak/ adik kandung, atau 2 orang kakak beradik kandung memiliki mertua yang sama.

Pariban Na So Boi Olion

Ternyata ada Pariban yang tidak bisa saling menikah, siapa dia sebenarnya? Bagi orang Batak aturan/ ruhut adat Batak ada dua jenis untuk kategori Pariban Na So Boi Olion, yang pertama adalah Pariban kandung hanya dibenarkan “Jadian” atau menikah dengan satu Pariban saja. Misalnya 2 orang laki-laki bersaudara kandung memiliki 5 orang perempuan Pariban kandung, yang dibenarkan untuk dinikahi adalah hanya salah satu dari mereka, tidak bisa keduanya menikahi pariban-paribannya. Yang kedua adalah Pariban kandung/ atau tidak yang berasal dari marga anak perempuan dari marga dari ibu dari ibu kandung kita sendiri. Jika ibu yang melahirkan ibu kita ber marga A, perempuan bermarga A baik keluarga dekat atau tidak, tidak diperbolehkan saling menikah.

Marboru Namboru/ Nioli Anak Ni Tulang

Larangan berikutnya adalah jika laki-laki menikahi boru (anak perempuan ) dari Namboru kandung dan sebaliknya, jika seorang perempuan tidak bisa menikahi anak laki-laki dari Tulang kandungnya.

Kaos Polos Murah Siantar

84 COMMENTS

  1. rundut ni eme do gabena , molo nungnga saling manghaholongi lanjuttonma bissan lengket dope holong i alai tetap pada aturanna da

  2. popparan ni si ADAM dohot si HAWA do hita di portibion..
    pagodANG HU PE Aturan i gabe repot do..

  3. jadi boa na ma i si adam dohot si hawa akka anak anakkon na marsigoitan?? abagoooooooo tahe jadi boha na mai ? akka batak kristen , bge hamu jo ? boha?

    • tidak semua sejarah manusia di ungkapkan di alkitab, kemungkinan Tuhan juga menciptakan pendamping untuk anak anak adam dan hawa

    • Keterangan di Alkitab bukanlah harafiah kronologis sejarah, meskipun beberapa bagian memang menceritakan tentang sejarah-sejarah tertentu.

      Nats-nats dalam Alkitab haruslah dipahami dalam terang iman, bukan sebagai objek kajian ilmiah. Dalam terang iman, bahwa manusia mendapat kehormatan dari Allah karena digambarkan serupa dan secitra dengan Allah.

      Adam dan Hawa sendiri sesungguhnya hanyalah simbol untuk mewakili / menyimbolkan kerinduan Allah untuk menyapa umat-Nya. Allah kita bukanlah Allah penguasa yang kejam ataupun Allah yang mutlak filosofis. Allah kita adalah sang mahapencinta yang teramat berbelaskasih.

  4. idoo toho do i lae hadri! jadi boha na ma on akka na parsikkola minggu hallo , bukankah adam dan hawa dulu satu pasangan diciptakan jadi godang isi portipion ? gabe bertolak belakang dohot hata ni DEBATA BAH molo songonon

    • Adam dan Hawa adalah simbol manusia pertama.
      Sebagai simbol, janganlah teks Alkitab dibaca harafiah sebagai keterangan sejarah, melainkan lebih sebagai nats keimanan.

      Adam dan Hawa adalah tanda/simbol bahwa Tuhan mengasihi manusia lebih dari apa pun di penjuru bumi ini.

      Soal pernikahan, marilah kita kembalikan kepada ajaran CINTA antara dua insan, sambil tetap menjaga agar jangan sampai melanggar pantangan adat yang kita junjung.

      Kita bangso Batak, kita punya adat!

  5. Parsiajari hamu angka naumposo hata on asa diboto hamu, molo so olo marsiajar songoni ma alusna ,” anak ni si adam dohot si hawa do hita” ninna alai so ditanda si adam dohot si hawa.

  6. Posting yang sangan bermanfaat . Khusus nya Generasi Muda Lahiran Seperti Saya yang buta akan hal seperti itu. Keep Poss MinGObatak

  7. op,ku br sinaga,, oleh karena itu,, ada rencana mencari br sinaga..
    lalu ketemulah aku dengan br sinaga.. dan sama2 sinaga bonor..

    akan tetapi.. omakku br nainggolan batu ara.. dan inang br sinaga ini.. br nainggolan lumban raja.

    kira2 apakah bisa saya ambil br sinaga ini?

    • Boleh saja, mengapa tidak.
      Tapi-tapi ngomong-ngomong kenapa harus boru Sinaga.
      Bukankah temu-jodoh karena cinta lebih awet nantinya.

  8. @admin:
    mohon kalo merangkum sumber itu supaya lebih dalam dan lebih luas pembahasannya.. jgn asal-asalan membuat sebuah artikel berita yg akhirnya membuat orang jd bingung, sehingga ada kesan bahwa anda tidak bertanggungjawab terhadap artikel pemberitaan anda.. dan tidak mendidik terhadap generasi muda orang batak.

    Misalnya, atas dasar apa marga-marga tersebuat diatas sehingga mereka bisa marpadan.. dan apa essensi padan mereka? dan lain-lain nya.. apa dan kenapa dan bgmn yg sebenarnya sehingga mereka” itu bisa marpadan?

    Contoh: dikampungku kecamatan Baktiraja kab. Humbang Hasundutan tdk ada marga Manalu marpadan dengan Marga Banjarnahor, dan tdk ada larangan utk kawin diantara kedua marga itu.

    Bgmn marga Banjarnahor dgn Naibaho? kenapa disamosir bisa mereka marpadan, tetapi didaerah lain tdk ada larangan untuk saling kawin?

    mauliate

    • Sitorus, Sirait dan Butarbutar adalah satu keturunan Raja Mardopang. Pada awalnya memang tidak boleh saling menikah. Namun dengan sudah terlewatinya lapis ketiga, maka sekarang Sitorus dan Sirait boleh saling menikah, dengan catatan syarat kekerabatan (Martulang / Marnamboru) seperti diuraikan di atas tidak dilanggar.

  9. Untuk aturan nomor 4 yg kedua apa benar tidak boleh? Alasannya apa? Apakah ada solusinya? Sudah jelas pariban, mengapa dilarang? Mauliate

    • Marpariban adalah sepupu.
      Perkawinan dengan saudara sepupu adalah perkawinan incest. Itu sebabnya dilarang.

    • Sebenarnya tidak ribet. Prinsipnya sederhana kok:

      Asalkan itu bukan anak dari Tulang kandung (bagi perempuan) atau boru dari Namboru kandung (bagi laki-laki) atau bermarga sama (bagi perempuan maupun laki-laki) yah sah-sah saja secara adat.

      Secara agama yang penting tidak incest dan bukan pasangan orang lain.

  10. Kalo aku marga nababan, lagi dekat dan sudah jauh sama boru ni namboruku (kakak bapak) itu gimana solusinya? Emang ga bisa nikah ya? FYI, amangboruku itu marga Panjaitan. Ditunggu infonya

  11. bisa tidak marga silaban menikahi boru bakara kalau ibu dari boru bakara itu boru hutabarat ?
    dilihat dari padan silaban dengan hutabarat

    terima kasih

  12. Guys, saya adalah seorang PeJaBat dan ibu saya memiliki banyak sekali
    sepupu (bukan saudara/beda orang tua) dari suku beliau…saya sering
    (maaf) tergiur melihat wanita2 muda, anak dari ‘oom2′ saya tersebut
    (maklum perempuan2 Jawa cantik,ayu,lembut,sopan dan langsing2), yang
    notabene juga sepupu saya..apakah gadis2 itu juga pariban saya meskipun
    berbeda suku? Ada dua dari mereka yang merasa nyaman bersama saya dan
    orang tua mereka mengizinkan saya ‘mengambil’ mereka bila adat Batak
    memang mengizinkan..Maaf saya tidak paham adat Batak dan saya malu akan
    hal itu…Mauliate..(Oh, saya harap boleh…)

  13. walaupun marga2 yg satu kelompok sudah ada yg marsibuatan, saya yg hidup dizaman modern ini lebih condong agar di cegah dgn keras bagi mereka yg coba2 melanggar, karena tdk ada sangsi makanya terjadi pelanggaran tersebut , bila nurutin nafsu sudah seperti binatang dong, jangan2 ibu sendiri di embat lagi!!!!!

  14. amang,,
    saya hendri nainggolan.
    saya jatuh cinta dengan wanita boru mahulae,
    sejauh ini kami masih mencintai dan masih menjaga batasan dalam hubungan ini,
    apakah kami bisa menikah ?
    kalau tidak, langkah ( adat seperti apa ) apa yang harus kami perbuat untuk menyatukan cinta kami ?

  15. peraturan yg tidak masuk akal tersebut sudah tidak cocok dengan jaman sekarang, karna peraturan tersebut sudah tidak relevan dengan jaman sekarang

  16. naibaho dengan sihombing lumbantoruan marpadan,.
    nababan termasuk dalam sihombing lumbantoruan.
    yang menjadi pertanyaannya apakah bisa naibaho dengan nababan menikah ?

  17. Mau tanya dong .. memangnya boru hutabarat itu tdk boleh ya menikah dengan marga hasibuan ?? Mohon info sejelasnya ya .. terima kasih sebelumnya ..
    .

  18. mau nanya dong, bapak ku marga saragih, mamaku marga sihotang, sedangkan bapa perempuannya mrga manulang, mamanya mrga marbun… itu dperbolehkan ga??? hehehe

  19. mohon pencerahannya.

    Faktor apa saja yg mempengaruhi perkawinan semarga?

    Apabila terjadi perkawinan semarga, bagaimana penyelesaiannya?

    Pariban saya br. sihite, sudah pasti bisa saya nikahi, tp bagaimana jika kakak saya kandung menikah dengan anak laki-laki dari tulang, bukan kah anak tulang itu pariban dan tulang saya sudah pasti juga tulang kakak saya? mohon penjelasannya?

    Mauliate inang, amang, kakak, abang…

  20. horas raja nami…
    jadi kalau seperti saya, opung kami masih kakak adik.
    kira2 bisa gak kami menikah???

  21. Maaf mo tanya kalo cowoknya jawa udah punya istri terus suka sama cewek batak , apakah ini jadi masalah dalam adat batak ?
    Sorry tolong dijawab tidak dengan emosi. Terima kasih.

  22. Maaf numpang tanya, kalo muslim pria jawa sudah beristri terus pacaran sama gadis batak katolik , itu bagaimana dalam hukum batak ?
    Terima kasih …

  23. Mw tnya donk
    Klaw raja aruan dengan hutapea raja unok, apa ad hubungan keluarga?
    Dan apa tidak boleh berhubungan? Atau pun menikah?

    Butuh jawaban.

  24. Kalo tidak salah siregar yang tidak bisa menikah dengan naenggolan itu siregar ritonga dengan naenggolan parhusip … Itu yang mengikat janji, tapi mengapa sekarang jadi semua siregar tidak bisa menikah dengan naenggolan?

  25. saya mau tanya, klo misalnya si A kawin dengan marga siahaan tapi si A punya kakak sepupu siahaan dari pihak bapak tapi bukan saudara kandung si si marga siahaan, apakah bisa menikah. mohon pencerahannya mauliate.

  26. Buat yg ga suka adat batak….tinggalkan marga kalian dan jgn pernah ngaku orang batak…ngaku aja jadi suku lain agar bebas kawin sesuka kalian…anjing ku jauh lebih berharga dari kalian…

  27. khusus atas nama GABRIEL bego amat si loe mang dah lahir dmna? klo pun loe eg tanya dlu mama ma bapak loe itu dri pada nanya di sini malu maluin amat?sya setuju dengan lae feri tamps

  28. holan on pe itiop hamu akka dongan
    molo borua imana;anak ni amang boru na dohot namboru na riritonna,ima molo boru, ima apala iboto ni natoras boru,manang, natoras mu boru,boru siahaan dll,amang borum siahaan manang simanjutak dll,
    songoni sebalik na tu akka baoa,anak nitulang nga do alapon na,ima ito ni natoras ta boru
    okey

  29. Minta tolong jelaskan..
    Macam mana kalau marga nainggolan berkawin dengan orang bukan batak.. sebagai contoh.. saya orang melayu malaysia kawin sama orang batak marga nainggolan.. boleh minta tolong perjelasankan.
    Mauliate.

  30. Landasan berpikirnya dari Teori Dalihan Natolu: teman 1-marga, tulang (sdr laki2 ibu) dan boru (sdr perempuan kita); asumsikan marga sy adlh Simamora, artinya ayah,ompung doli sampai ke level atasnya SImamora; ibu boru siagian. Maka 3-entitas yg berhubungan dlm Teori Dalihan Natolu dlm konteks saya yaitu: marga Simamora (dongan sabutuha), Tulang Siagian (somba marhula-hula), dan boru SImamora (elek marboru). Nah, jika saya, boru SImamora, menikahi marga Siagian, itu pasti akan menurunkan derajat tulang saya bukan?; lah gak mungkin kan yg tadinya saya ibeberenya (keponakannya) jadi berbalik Tulang saya hrs menyembah saya. Jadi, maksud dr 5 peraturan tsb bersumber dari Teori Dalihan Natolu. Lalu muncul pertanyaan, bgmn jk sdh jauh; misalkan apakah boru SImamora nanti bisa mengambil marga Siagian. Kalau saya memberi pendapat, lbh baik jangan… spt tadi ada yg berpendapat ‘emangnya tdk ada manusia lagi’; saran saya, bawa dlm doa.. mudah2an TUHAN memberi jodoh. Pengalaman saya memang terlihat, apabila kita terlalu dekat mengambil pariban, keturuannya tdk terlalu sukses; dlm arti ada yg sukses tetapi banyak rintangan/halangan yg ‘bertubu-tubi’ menghadang.. walaupun sukses juga :) Pesan saya, bila ingin menikah, landasan dasarnya adalah: hindari mindset: “asal-ma-adong”… tdk baik ya :) Lebih bagus lagi saran saya, menikah dari lingkaran keluarga besar yg dekat; misalkan keluar lingkaran di root marga. Misalkan, saya marga Simamora, ambil ke boru: Hutabarat, Hutagalung, Siregar, Tuan DIbangarna, Situmorang, Silitonga ; atau di luar suku, misalkan: Barus, Ginting, Girsang, atau heterogen suku: Sunda, Jawa, Minahasa. Lalu nanti diberi marga atau diangkat jadi boru Tulang… :) Tulisan ini saya kutip dan sampaikan setelah berdiskusi dengan dosen saya org Batak :) saya sih suku Bugis-Dayak…. [Mat.7:7] [Yoh.16:24]

Leave a Reply